Fakta Nasional

Déjà Vu 1965: Dulu TNI, Sekarang Polri? Menakar Mitos Dewan Jenderal dan Psywar 2 Tahun!

FAKTANASIONAL.NET - "Sejarah tidak pernah benar-benar mengulang dirinya sendiri, tetapi ia sering kali berima dengan ritme yang menakutkan bagi mereka yang menolak belajar." Ngeri Mak! melihat bagaimana sebuah pola dari masa lalu seolah dibangkitkan…

Penulis: SAH Editor: Moh Sahlan Thursday, 05 November 2026 📖 3 menit
Déjà Vu 1965: Dulu TNI, Sekarang Polri? Menakar Mitos Dewan Jenderal dan Psywar 2 Tahun!

FAKTANASIONAL.NET - "Sejarah tidak pernah benar-benar mengulang dirinya sendiri, tetapi ia sering kali berima dengan ritme yang menakutkan bagi mereka yang menolak belajar."

Ngeri Mak! melihat bagaimana sebuah pola dari masa lalu seolah dibangkitkan kembali dari kuburnya? Malam malam kita telusuri dengan sedikit bergidik sejarah paling kelam di republik ini: 1965. Dulu ruang publik diracuni isu "Dewan Jenderal" di tubuh TNI, sekarang kita disuguhi realitas ditangkapnya komplotan jenderal di tubuh Polri.

Ditambah lagi, beredar luas rumor psywar bahwa kekuasaan Presiden Prabowo diprediksi hanya akan bertahan 2 tahun. Mampukah RI-1 melawan "kutukan" prediksi ini di tengah hantaman krisis yang datang bertubi-tubi?

Chek it out!

Mitos "Dewan Jenderal" Gaya Baru: Skandal Penyadapan

Mari kita putar mesin waktu ke tahun 1965. Saat itu, ada narasi kuat tentang sekelompok jenderal (Dewan Jenderal) yang diisukan bermanuver di luar komando resmi untuk mendikte Istana. Isu ini berujung pada tragedi nasional yang memecah belah bangsa.

Kini, di akhir 2026, kita melihat rima sejarah itu beresonansi di institusi yang berbeda. Kabareskrim Polri baru saja mengumumkan penetapan tersangka terhadap mantan pimpinan tertinggi mereka sendiri, Jenderal LSP, bersama Irjen AS dan Irjen EH, terkait kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo dari sebuah safe house di Widya Chandra.

Secara logika forensik, sekelompok perwira tinggi yang beroperasi diam-diam menyadap Kepala Negara adalah bentuk modern dari ancaman "Dewan Jenderal" tersebut. Mereka membentuk faksi sendiri (rogue faction), merasa lebih besar dari negara, dan mencoba menyandera kebijakan transisi.

Misteri Psywar 2 Tahun & Kehancuran Multisektor yang Disengaja

Sahabat, sadarkah kalian bahwa sejak masa kampanye hingga pelantikan, selalu ada desas-desus politik yang dihembuskan oleh pihak tertentu bahwa pemerintahan Prabowo akan goyah dan runtuh dalam waktu dua tahun?

Dalam dunia intelijen politik, prediksi semacam ini sering kali bukan ramalan, melainkan Skenario yang Sengaja Diciptakan (Self-Fulfilling Prophecy). Para bohir dan pengkhianat politik meniupkan isu 2 tahun ini ke publik, lalu mereka sendirilah yang diam-diam menciptakan kekacauan multisektor.

Lihat saja rentetan pukulan mematikan yang sedang diderita bangsa ini secara bersamaan! Mulai dari pelarian modal asing secara masif di pasar uang, IHSG yang sengaja dibikin jeblok, nilai tukar Rupiah yang dihancurkan oleh spekulan, hingga ancaman brutal turunnya rating MSCI kita ke status Stand Alone yang bisa membuat negara tercekik tak bisa mencari utang baru!

Belum cukup dari sisi sabotase ekonomi, secara sosial politik, suhu terus dipanaskan: demo sengaja digelar di mana-mana, wibawa pemerintah secara sistematis di-downgrade lewat berbagai manuver opini, hingga puncaknya meledak di ranah pertahanan: skandal penyadapan komunikasi VVIP.

Tujuannya? Sangat jelas. Untuk menciptakan krisis kepercayaan, kepanikan pasar, dan instabilitas nasional agar "ramalan" 2 tahun itu benar-benar terjadi. Mereka ingin negara ini lumpuh agar kartel-kartel ekonomi dan hukum masa lalu kembali memegang kendali penuh.

Mampukah RI-1 Melawan Prediksi?

Mereka lupa satu hal mendasar. Presiden Prabowo bukanlah pemimpin yang buta sejarah dan taktik. Latar belakang beliau puluhan tahun makan asam garam politik militer, membuatnya mampu mencium bau pengkhianatan dan sabotase ekonomi ini dari jarak ratusan mil.

Mampukah beliau melawannya? Sangat mampu! Bukti nyatanya ada di depan mata kita: alih-alih panik dan terperangkap dalam jebakan krisis, pemerintahan Prabowo justru mengambil langkah dingin. Membiarkan para pengkhianat ini bermanuver terlalu jauh hingga akhirnya melakukan blunder fatal di sistem Propam. Taring komplotan jenderal itu kini sudah dicabut, dan operasi pembersihan kartel devisa (DSI) terus berjalan!

Sahabat, jangan biarkan psywar, sabotase ekonomi, dan narasi ketakutan memecah belah kita. Isu 2 tahun itu hanyalah ilusi dari mereka yang ketakutan karena pundi-pundi korupsinya mulai diberantas (ingat Rp52 Triliun uang negara yang diselamatkan Satgas Hutan!).

YANG PRO KEKACAUAN JANGAN KOMENTAR DEH please! 

Kita kawal terus pemerintahan yang sah. Kita dukung penuh kepolisian untuk membersihkan sisa-sisa komplotan jenderal pengkhianat, dan dukung langkah pemerintah menyelamatkan Rupiah. Jangan biarkan 1965 terulang dalam bentuk apa pun. Lawan psywar luar, bersihkan pengkhianat dalam!

Lupakan Pro Prabowo, Pro Anies , Pro Ganjar terlebih dahulu. Karena sejatinya kita Pro NKRI. Biarkan Jiwa dan Ragamu Membela Bangsa Ini Agar tak terpuruk di bidang apapun. 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK