Demokrat Menang Telak di Pemilu Sela AS, Kekalahan Trump Disambut Sejumlah Pemimpin Dunia
FAKTANASIONAL.NET – Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu atau midterm election Amerika Serikat pada Selasa (3/11/2026) menjadi pukulan besar bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik. Hasil penghitungan sementara menunjukka…
FAKTANASIONAL.NET – Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu atau midterm election Amerika Serikat pada Selasa (3/11/2026) menjadi pukulan besar bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik.
Hasil penghitungan sementara menunjukkan Demokrat berhasil menguasai mayoritas kursi di Senat maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Berdasarkan hitung cepat yang dilakukan New York Times, Demokrat memperoleh 54 kursi di Senat, sedangkan Partai Republik mengamankan 44 kursi.
Sementara itu, dalam perebutan kursi DPR, Demokrat meraih 238 kursi. Jumlah tersebut jauh melampaui perolehan Republik yang hanya mencapai 147 kursi.
Kekalahan ini menjadi salah satu skenario terburuk bagi Trump. Posisi pemerintahannya diperkirakan menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menjalankan agenda politik dan kebijakan strategis.
Hasil pemilu sela tersebut membuka peluang semakin ketatnya pengawasan terhadap pemerintahan Trump. Sejumlah kebijakan, mulai dari perdagangan global, keamanan, hingga persoalan harga energi, berpotensi menghadapi tekanan politik yang lebih besar.
Kemenangan Demokrat juga mendapat perhatian sejumlah tokoh dunia. Beberapa pemimpin internasional bahkan secara terbuka menyambut hasil pemilu yang menjadi pukulan bagi kubu Trump.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menjadi salah satu tokoh yang memberikan respons tegas. Melalui akun media sosial X pada Rabu (4/11/2026), Sanchez menilai masyarakat Amerika telah memberikan suara untuk menolak kebijakan yang merugikan rakyat.
"Kemarin, rakyat Amerika memberikan suara menentang kebijakan yang hanya bertujuan memiskinkan rakyat. Menentang kebencian. Menentang seksisme. Menentang penyangkalan perubahan iklim dan menentang hak istimewa kaum elite," tulis Sanchez.
Respons juga datang dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia menilai hasil pemilu sela AS mencerminkan melemahnya pengaruh negara adidaya tersebut.
"Kami berharap dominasi Setan Besar semakin cepat dan semakin pasti melemah," kata Khamenei pada Rabu (4/11/2026).
Dalam unggahannya di X, Khamenei turut menyebut kesalahan perhitungan Trump terkait konflik dengan Iran justru menjadi bumerang bagi dominasi Amerika Serikat.
"Saat ini, kekuatan dan hegemoni Amerika Serikat yang terus merosot telah mengalami kejatuhan yang tak dapat dipulihkan dalam kedua dimensi kekuasaannya: baik hard military power dan soft power internasionalnya," ujar Khamenei.
"Proses keruntuhan AS semakin cepat," lanjutnya.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga menyambut hasil tersebut. Ia menilai kemenangan Demokrat memperlihatkan penolakan masyarakat Amerika terhadap perang.
"Rakyat Amerika mengatakan TIDAK PADA PERANG, dan kami mendukung pesan ini," tulis Ghalibaf di X.
Ia memperingatkan bahwa pemerintah AS akan menghadapi konsekuensi apabila mengabaikan kehendak masyarakat demi kepentingan para pemberi dana dan pihak tertentu.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.