Diancam Trump, Iran Ancam Balik
IRAN ke Swiss dengan mempertahankan penutupan Selat Hormuz, karena AS tidak bisa mengurus Israel yang masih menyerang Lebanon dua hari lalu. Pasca penutupan Selat Hormuz, Trump menghubungi Netanyahu dan menekan agar perang Lebanon distop. Netanyahu…
Dengarkan Ringkasan
IRAN ke Swiss dengan mempertahankan penutupan Selat Hormuz, karena AS tidak bisa mengurus Israel yang masih menyerang Lebanon dua hari lalu.
Pasca penutupan Selat Hormuz, Trump menghubungi Netanyahu dan menekan agar perang Lebanon distop. Netanyahu mematuhi hal ini dan stop ekspansi militer di Lebanon.
Tapi di Swiss, di lokasi rencana meeting Burgenstock, Trump di Washington mengancam Iran agar Iran membuat deal dan membuka Selat Hormuz segera, jika tidak, Trump mengancam delegasi Iran tidak akan bisa kembali ke negaranya.
Merespon hal itu, delegasi Iran yang sudah ada di lokasi pertemuan, menemui PM Pakistan yang jadi perantara. Iran mengkonfirmasi bahwa negara para mullah itu tidak akan ikut meeting sebelum Trump mencabut omongan mengancam Iran dan meminta maaf.
Iran keluar ruangan meeting dan mengatakan tidak akan kembali ke meja runding kalau Trump masih memakai bahasa ancaman.
Di ruangan meeting, bahkan Iran tidak melakukan jabat tangan dengan wapres AS JD Vance. Iran cuek dengan kehadiran Delegasi AS. Iran hanya menyampaikan protes ke PM Pakistan dan meninggalkan ruangan. Iran bahkan menolak sekedar berfoto bersama dengan delegasi AS.
Kondisi rencana MOU di Swiss sampai saat ini tidak menentu, Iran bersikukuh, bahwa sebelum masuk meeting, kondisi harus disetting dulu agar kedua pihak bisa saling menghormati. Iran tidak akan mau ikut negosiasi dibawah ancaman dan Trump harus memahami hal ini.
Ketua delegasi Iran Baqer Qalibaf Justru melontarkan kritik ke Trump, bahwa ancaman apapun tidak akan mempan dengan Iran. Dan angkatan bersenjata Iran siap melanjutkan perang untuk merespon AS.
Iran bersikeras, MOU bisa dilanjutkan jika AS berkomitmen dengan isi poin-poin perjanjian. Salah satu yang paling atas adalah perang Lebanon harus disetop Israel dan Israel wajib angkat kaki dari Lebanon.
Permintaan lain dari Iran, AS harus segera mencabut sanksi ke Iran, dan segera melepaskan dana Iran yang dibekukan AS selama ini bertahap, jika dialog mau di lanjutkan.
Jika poin-poin ini tidak ada kesepakatan dan tidak ada jaminan bahwa AS dan Israel akan mematuhi sebelum masuk rounde negosiasi, maka Iran akan pulang tanpa hasil dan MOU dengan AS dianggap batal.
Trump saat ini terus mengalami dilema, tekanan Israel dan realitas kalah perang di lapangan, tekanan Netanyahu dan kondisi Iran yang tidak menyerah apapun kondisinya.
Oleh: Tengku Zulkifli Usman (Pengamat Geopolitik Intenasional)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.