Dipicu Cuaca Panas Ekstrem, PLN Terapkan Pemadaman Bergilir di Kalbar
FAKTANASIONAL.NET — Cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat (Kalbar) memicu gangguan pada sistem kelistrikan. Akibatnya, PT PLN (Persero) terpaksa menerapkan kebijakan pemadaman listrik bergilir di beberapa daerah, term…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat (Kalbar) memicu gangguan pada sistem kelistrikan.
Akibatnya, PT PLN (Persero) terpaksa menerapkan kebijakan pemadaman listrik bergilir di beberapa daerah, termasuk Kota Pontianak dan Kota Singkawang, sejak pekan lalu.
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, menjelaskan bahwa gangguan ini terjadi pada salah satu mesin pembangkit milik Independent Power Producer (IPP).
Suhu lingkungan yang sangat tinggi menyebabkan kemampuan produksi mesin mengalami penurunan kapasitas (derating).
Mukhlis membantah rumor yang menyebutkan bahwa pemadaman ini terjadi akibat krisis energi.
Ia menegaskan pasokan batu bara maupun energi primer dalam kondisi aman. Bahkan, sistem kelistrikan Kalbar sebenarnya masih memiliki surplus daya, meskipun cadangan yang tersedia tidak terlalu besar.
"Kami terus berupaya mempercepat proses pemulihan. Mohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan ini," ujar Mukhlis.
Baca Juga: Pertamina Perluas Jaringan Desa Energi Berdikari di 262 Titik Seluruh Indonesia
Jadwal Pemadaman dan Strategi PLN
Untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan dan mencegah dampak yang lebih luas selama proses perbaikan, PLN UID Kalbar membagi pemadaman menjadi tiga sif. Masing-masing sif berlangsung sekitar lima jam sejak Jumat (3/7).
"Karena itu, dilakukan pengaturan sistem agar tidak terjadi pemadaman yang lebih luas," kata Mukhlis, Sabtu (4/7).
Rumah Sakit dan Layanan Publik Jadi Prioritas
Sementara itu di Singkawang, proses perbaikan infrastruktur yang terganggu sudah berjalan sejak Kamis (2/7).
Namun, karena pasokan belum sepenuhnya pulih, pemadaman bergilir dengan durasi maksimal lima hingga tujuh jam masih terjadi di beberapa titik seperti Jalan Alianyang, Pelangi, Terminal Induk, Kuala, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Ahmad Yani.
Di tengah situasi ini, PLN memastikan bahwa fasilitas-fasilitas vital tidak akan diterlantarkan. Manager PT PLN (Persero) UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menyatakan bahwa pihaknya memberlakukan skala prioritas dalam penyaluran sisa pasokan listrik yang ada.
"Proses perbaikan telah dilakukan sejak Kamis (2/7), namun pasokan listrik belum dapat kembali normal sehingga masih diperlukan pemadaman bergilir dengan durasi maksimal sekitar lima jam di beberapa lokasi," kata Made, Senin (6/7).
Made menambahkan, selama proses pemulihan sistem ini dikebut oleh seluruh sumber daya PLN, fasilitas publik tetap menjadi fokus utama.
"PLN memprioritaskan pasokan listrik bagi fasilitas vital seperti rumah sakit dan kantor pelayanan pemerintahan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," pungkasnya.
Baca Juga: Pemerintah Sementara Ekspor Batu Bara, Pasokan PLN Jadi Prioritas Usai Arahan Presiden
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.