Fakta Nasional

Dirut Bulog Ajak Pengusaha Penggilingan Bandung Raya Perkuat Kolaborasi Jaga Kualitas Beras

FAKTANASIONAL.NET — Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengajak para pengusaha penggilingan padi di wilayah Bandung Raya untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kualitas beras nasional . Menurutnya, kualitas beras menjadi faktor kru…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 03 August 2026 📖 2 menit
Dirut Bulog Ajak Pengusaha Penggilingan Bandung Raya Perkuat Kolaborasi Jaga Kualitas Beras
eninjauan dan inspeksi ke gudang penyimpanan dilakukan untuk memastikan mutu Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap terjaga dari hulu hingga distribusi./Dok. BULOG
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengajak para pengusaha penggilingan padi di wilayah Bandung Raya untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kualitas beras nasional.

Menurutnya, kualitas beras menjadi faktor krusial yang harus dijaga bersama seiring pesatnya peningkatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Komitmen tersebut ditegaskan Rizal saat berdialog dengan para pengusaha penggilingan padi se-Bandung Raya di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026).

Pertemuan ini merupakan bagian dari langkah strategis Bulog mempererat sinergi dengan mitra penggilingan guna memastikan mutu beras tetap prima dari hulu hingga ke tangan masyarakat.

Di hadapan para pelaku usaha, Rizal menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan CBP tidak hanya diukur dari besarnya volume pengadaan, melainkan dari kedisiplinan seluruh pemangku kepentingan menjaga kualitas beras sejak proses penggilingan, penyimpanan, hingga distribusi.

"Kualitas beras adalah tanggung jawab kita bersama. Stok yang besar harus diiringi dengan kualitas yang terjaga. Karena itu, saya mengajak seluruh mitra penggilingan untuk terus meningkatkan standar pengolahan, menjaga konsistensi mutu, dan memperkuat kolaborasi dengan Bulog agar masyarakat menerima beras dengan kualitas terbaik," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Baca Juga: Bulog Siap Salurkan Bantuan Pangan Beras Periode Juli Sampai September 2026, Tunggi Penugasan dari Bapanas

Rizal mengungkapkan bahwa stok beras yang dikelola Bulog saat ini telah mencapai 5,4 juta ton. Oleh karena itu, fokus utama perusahaan kini tidak hanya berpusat pada aspek pengadaan semata, tetapi juga pada pemeliharaan kualitas selama masa penyimpanan hingga distribusi ke masyarakat.

Sebagai rangkaian kunjungan kerja di Jawa Barat, Rizal turut melakukan peninjauan langsung ke fasilitas mitra penggilingan CV Sarana Putra 2 di Kabupaten Sumedang.

Peninjauan dilakukan untuk memantau alur produksi—mulai dari penerimaan gabah, proses pemrosesan, hingga hasil akhir—guna memastikan seluruh tahapan memenuhi standar mutu Bulog.

Tak hanya itu, Dirut Bulog juga menggelar inspeksi mendadak ke Gudang Filial Kordon guna memastikan kesiapan infrastruktur penyimpanan CBP.

Dalam inspeksi tersebut, ia mengecek fisik beras, kebersihan area, sistem penyimpanan, sirkulasi stok, hingga kesiapan sarana pendukung.

"Kami memastikan sistem pengamanan gudang berjalan optimal. Pengamanan gudang-gudang Bulog diperkuat melalui sinergi dengan personel TNI dan Polri guna menjaga keamanan stok Cadangan Beras Pemerintah sehingga proses penyimpanan dan distribusi dapat berlangsung secara aman, tertib, dan lancar," tegasnya.

Menurut Rizal, kolaborasi erat antara pemerintah, Bulog, pelaku usaha penggilingan, serta aparat keamanan merupakan fondasi vital dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Ia berharap pola komunikasi intensif dengan mitra penggilingan terus diperkuat demi mewujudkan peningkatan kualitas beras nasional yang berkelanjutan.

Melalui dialog ini, Perum Bulog kembali menegaskan komitmennya untuk membangun kemitraan produktif dengan seluruh pemangku kepentingan demi memperkuat pengelolaan CBP dan mendukung terwujudnya swasembada serta ketahanan pangan Indonesia yang berkelanjutan.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK