Fakta Nasional

Diserang Lebih Dulu, Iran Serang Balik Israel dan Empat Pangkalan Militer AS di Teluk

FAKTANASIONAL.NET - Iran melancarkan serangan rudal skala besar ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk pada Sabtu (28/2/2026). Aksi tersebut disebut sebagai respons langsung atas operasi militer gabungan yang sebelumnya digel…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 01 March 2026 📖 2 menit
Diserang Lebih Dulu, Iran Serang Balik Israel dan Empat Pangkalan Militer AS di Teluk
/Dok. Scsht instagram.

FAKTANASIONAL.NET - Iran melancarkan serangan rudal skala besar ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk pada Sabtu (28/2/2026). Aksi tersebut disebut sebagai respons langsung atas operasi militer gabungan yang sebelumnya digelar oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap target-target di wilayah Iran pada hari yang sama.

Kantor berita Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) membidik sejumlah titik strategis yang menjadi basis kekuatan militer AS di kawasan Teluk.

Empat fasilitas utama yang dilaporkan menjadi sasaran meliputi Al Udeid Air Base—pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah—serta Al Salem Air Base, Al Dhafra Air Base, dan markas United States Fifth Fleet di Bahrain.

Korban dan Respons Negara Teluk

Laporan kantor berita negara UEA menyebutkan sedikitnya satu orang tewas di Abu Dhabi setelah aparat keamanan melakukan intersepsi terhadap sejumlah rudal yang diluncurkan dari Iran. Pemerintah UEA mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasional serta hukum internasional, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Ledakan dilaporkan terdengar di Dubai dan Abu Dhabi, disertai kepulan asap di beberapa titik. Otoritas penerbangan UEA kemudian menutup sementara wilayah udara untuk penerbangan sipil sebagai langkah mitigasi risiko keamanan.

Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri mengirimkan peringatan darurat melalui pesan singkat kepada warga. Sirene dibunyikan dan masyarakat diminta menghentikan aktivitas serta segera menuju lokasi aman. Laporan Agence France-Presse (AFP) menyebut langkah pengamanan serupa juga diambil oleh Qatar dan Kuwait guna mengantisipasi dampak terhadap jalur penerbangan komersial.

Eskalasi bahkan dilaporkan meluas hingga Semenanjung Arab. AFP mencatat adanya suara ledakan yang terdengar sampai ke Riyadh, ibu kota Arab Saudi, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai titik serangan di wilayah tersebut.

Pernyataan Washington dan Peringatan Trump

Situasi semakin memanas setelah Washington secara terbuka mengakui serangan militernya ke Iran. Sejumlah pesawat tempur jarak jauh dan rudal presisi AS dilaporkan menargetkan fasilitas militer serta infrastruktur strategis milik IRGC di daratan Iran. Ledakan besar terdengar di beberapa kota, termasuk wilayah pinggiran Teheran.

Presiden AS, Donald Trump, secara khusus mengeluarkan peringatan keras kepada IRGC dan jajaran militer Iran yang berada di bawah komando Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei.

Dalam pidatonya, Trump menyerukan agar pasukan Iran meletakkan senjata dan menjanjikan kekebalan, seraya mengancam konsekuensi fatal apabila peringatan tersebut diabaikan. Ia juga menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat sipil Iran untuk mencari perlindungan di tengah potensi pengeboman lanjutan.

Di sisi lain, Trump menyerukan perubahan politik di Teheran dengan mendorong rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintahan Republik Islam yang telah berkuasa sejak Revolusi 1979. Pernyataan tersebut menandai eskalasi retorika yang tidak hanya bersifat militer, tetapi juga menyentuh aspek politik domestik Iran.

Perkembangan situasi di kawasan Teluk dan Iran masih berlangsung cepat, dengan potensi implikasi luas terhadap stabilitas regional dan keamanan energi global.[Zul]

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK