Fakta Nasional

Dominasi Dolar AS Tetap Tak Tergoyahkan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dolar AS telah lama dikenal sebagai mata uang yang mendominasi cadangan devisa dunia sejak menggantikan poundsterling pada era 1920-an. Keberadaan dolar AS sebagai mata uang utama diperkuat melalui sistem Bretton Woods y…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 03 April 2025 📖 1 menit
Dominasi Dolar AS Tetap Tak Tergoyahkan
Dominasi Dolar AS Tetap Tak Tergoyahkan/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dolar AS telah lama dikenal sebagai mata uang yang mendominasi cadangan devisa dunia sejak menggantikan poundsterling pada era 1920-an.

Keberadaan dolar AS sebagai mata uang utama diperkuat melalui sistem Bretton Woods yang dibentuk pada tahun 1944, yang mengakhiri peran emas sebagai nilai tukar tunggal.

Meski cadangan mata uang dunia mengalami penurunan dari kuartal ke kuartal, dominasi dolar AS masih belum tergoyahkan.

Data Dana Moneter Internasional (IMF) per akhir 2024 menunjukkan bahwa total cadangan devisa global mencapai US$11,46 triliun, di mana sekitar 57,8% atau US$6,63 triliun berasal dari dolar AS.

Dolar AS mulai mendominasi setelah pergeseran besar pada sistem moneter global di era 1920-an dan semakin diperkuat oleh kebijakan sistem Bretton Woods pada tahun 1944.

Sistem tersebut memberikan landasan bagi tatanan ekonomi internasional baru, di mana dolar AS menjadi mata uang cadangan utama.

Meski terjadi pergeseran dan penyesuaian dalam kebijakan moneter global, posisi dolar sebagai 'king' dalam pasar mata uang tetap kokoh.

Hal ini menunjukkan bahwa meski ada penurunan persentase dari tahun ke tahun—seperti penurunan 0,88% pada Q4-2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya—dolar AS masih memegang peran strategis yang vital dalam sistem keuangan dunia.

Data terbaru dari IMF menegaskan bahwa meskipun diversifikasi mata uang mulai terjadi, cadangan devisa global masih didominasi oleh dolar AS.

Dominasi ini memiliki implikasi besar pada kebijakan ekonomi internasional dan stabilitas pasar keuangan.

Posisi dolar AS yang kuat memengaruhi nilai tukar, perdagangan internasional, dan bahkan kebijakan moneter negara-negara lain.

Sementara euro menduduki posisi kedua dengan dominasi sekitar 19,83%, mata uang lain masih kesulitan menandingi kekuatan dolar.

Situasi ini menimbulkan perdebatan di kalangan ekonom tentang apakah gelar 'King Dolar' masih relevan di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

Namun, dengan data cadangan devisa yang terus menunjukkan dominasi dolar, para pengamat menilai bahwa meski ada tantangan, dolar AS masih akan menjadi tolok ukur utama dalam sistem keuangan internasional untuk waktu yang akan datang.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK