Donald Trump Perketat Aturan, Presiden Iran Dilarang Belanja Mewah di New York
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperketat aturan bagi delegasi Iran yang akan menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) di New York. Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghc…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperketat aturan bagi delegasi Iran yang akan menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) di New York.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi termasuk dalam delegasi inti yang telah memperoleh visa untuk menghadiri High Level Week Majelis Umum PBB ke-81 pada 22–28 September.
Namun, jumlah perwakilan Iran yang diizinkan masuk ke Amerika Serikat tahun ini disebut lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, para delegasi akan menghadapi pembatasan pergerakan selama berada di New York.
Dikutip dari CNN Indonesia pada 18 September 2026, Kementerian Luar Negeri AS menyebut delegasi Iran juga dilarang membeli sejumlah barang, khususnya produk mewah.
"Delegasi akan dikenakan pembatasan perjalanan dan akan menghadapi larangan pembelian barang mewah dan barang lainnya sesuai kebijakan kami. Jumlah delegasi lebih kecil daripada tahun lalu," kata seorang juru bicara Kemlu AS kepada BBC.
Aturan tersebut menjadi lebih ketat dibandingkan kebijakan AS pada tahun lalu.
Saat itu, delegasi Iran dan pendampingnya masih dapat membeli barang mewah dengan nilai lebih dari US$1.000 atau sekitar Rp17 juta setelah memperoleh izin.
Mereka juga membutuhkan persetujuan apabila ingin berbelanja di sejumlah jaringan ritel seperti Costco, Sam's Club, dan BJ's.
Pembatasan perjalanan juga telah diberlakukan sebelumnya. Delegasi Iran harus meminta persetujuan apabila hendak meninggalkan zona yang telah ditentukan.
Kondisi tersebut membuat sejumlah agenda diplomatik sulit diikuti secara leluasa.
Juru bicara Kemlu AS Tommy Pigott menyampaikan alasan kebijakan tersebut melalui unggahan di media sosial X.
Ia menilai pembatasan diperlukan untuk mencegah pejabat Iran melakukan pembelian barang mewah ketika masyarakat Iran menghadapi berbagai persoalan.
"Kita tidak akan membiarkan elite rezim Iran mengeksploitasi Sidang Umum PBB untuk pesta belanja mewah yang dibiayai oleh penderitaan rakyat Iran, sementara rezim tersebut menyalurkan kekayaan Iran untuk mendukung proksi terorisnya," tulis Pigott.
Sidang Majelis Umum PBB ke-81 dijadwalkan memasuki agenda Debat Umum mulai Selasa, 22 September.
Sejumlah pemimpin dunia dijadwalkan menyampaikan pidato, termasuk Presiden AS Donald Trump,
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Sementara pada Rabu, agenda pidato diperkirakan mencakup pemimpin Ukraina, Suriah, dan Iran.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.