Fakta Nasional

Donald Trump Umumkan Operasi Ekonomi Besar-besaran

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan operasi ekonomi besar-besaran untuk mengisolasi Iran saat perang memasuki bulan keenam. Hingga Kamis (20/8), belum terlihat tanda penyelesaian diplomatik maupun militer dalam…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 22 August 2026 📖 1 menit
Donald Trump Umumkan Operasi Ekonomi Besar-besaran
Presiden Trump Dipastikan Hadiri Final Piala Dunia 2026/(Instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan operasi ekonomi besar-besaran untuk mengisolasi Iran saat perang memasuki bulan keenam.

Hingga Kamis (20/8), belum terlihat tanda penyelesaian diplomatik maupun militer dalam waktu dekat.

Melalui Truth Social, Trump mengatakan kebijakan tersebut akan menyasar negara maupun pihak yang membantu atau menjalankan bisnis dengan Iran.

Ia juga memperingatkan adanya konsekuensi ekonomi berat bagi mereka yang tetap memberikan dukungan.

Trump menggambarkan kebijakan itu sebagai langkah ekonomi dengan skala yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

"Hari ini saya mengumumkan operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah diterapkan terhadap negara mana pun! Ini akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Trump di Truth Social, Kamis (20/8).

Menurut Trump, negara yang memberikan bantuan kepada Iran melalui lembaga keuangan, perusahaan, bandara, maupun entitas pemerintah juga akan terkena sanksi. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci bentuk hukuman ekonomi yang akan diberlakukan.

"Saya juga mengumumkan bahwa setiap negara yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan bantuan dalam bentuk apa pun kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang luar biasa berat," imbuhnya, dikutip dari CNN Indonesia.

Pengumuman tersebut muncul hampir sepekan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Washington akan menerapkan isolasi ekonomi terhadap Iran.

Sementara itu, Iran masih menerapkan blokade efektif terhadap pelayaran di Selat Hormuz. Kesepakatan sementara dengan AS untuk membuka kembali jalur strategis tersebut sebelumnya gagal tercapai.

Dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak disebut masih bertukar pesan. Namun, pada Selasa (19/8), Trump mengatakan pembicaraan telah dihentikan.

Trump kemudian mengunggah pesan di media sosial yang mengisyaratkan Selat Hormuz dapat menjadi "wilayah baru AS".

Ketegangan tersebut menambah tekanan terhadap upaya penyelesaian konflik yang belum menunjukkan perkembangan berarti.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK