Fakta Nasional

Ekspor Sawit RI 2025 Diprediksi Tembus USD 28,5 Miliar, Kementan Genjot Hilirisasi

FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan tren positif pada performa industri kelapa sawit nasional. Berdasarkan angka sementara tahun 2025, volume ekspor dan produksi minyak sawit mentah ( Crude Palm Oil /CPO) Indonesia menunj…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 01 March 2026 📖 2 menit
Ekspor Sawit RI 2025 Diprediksi Tembus USD 28,5 Miliar, Kementan Genjot Hilirisasi

FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan tren positif pada performa industri kelapa sawit nasional.

Berdasarkan angka sementara tahun 2025, volume ekspor dan produksi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa fokus kebijakan saat ini bergeser dari sekadar produksi hulu menuju penguatan hilirisasi.

Langkah ini diambil untuk memastikan nilai tambah komoditas tersebut dinikmati di dalam negeri melalui produk turunan seperti pangan olahan, oleokimia, hingga bioenergi.

"Kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan besar Indonesia. Produktivitasnya tinggi dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Inilah yang membuat sawit layak disebut miracle crop," ujar Amran.

Perbandingan Kinerja Produksi dan Ekspor (2024–2025)

Data Direktorat Jenderal Perkebunan menunjukkan efisiensi lahan sawit seluas 16,83 juta hektare berhasil mendongkrak angka-angka berikut:

Baca Juga: Skandal Ekspor Sawit: Menkeu Bongkar Praktik Under Invoicing

Indikator Tahun 2024 Tahun 2025 (Angka Sementara)
Produksi CPO Nasional 45,44 Juta Ton 46,55 Juta Ton
Produktivitas Rata-rata 3,5 Ton/Hektare 3,6 Ton/Hektare
Volume Ekspor 32,34 Juta Ton 36,37 Juta Ton
Nilai Ekspor USD 22,85 Miliar USD 28,50 Miliar

Provinsi Riau tetap mengukuhkan posisi sebagai kontributor terbesar dengan produksi mencapai 9,46 juta ton pada 2025, disusul oleh Kalimantan Tengah (7,59 juta ton), Kalimantan Barat (4,94 juta ton), dan Kalimantan Timur (4,29 juta ton).

Strategi Keberlanjutan dan Daya Saing

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menjelaskan bahwa hilirisasi menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah.

Selain itu, aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama untuk menghadapi tantangan pasar global dan isu lingkungan.

"Hilirisasi menjadi strategi penting agar sawit diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh pekebun dan pelaku usaha," jelas Roni.

Untuk menjaga produktivitas jangka panjang, Kementan juga mempercepat program peremajaan sawit rakyat dan penguatan sertifikasi budidaya berkelanjutan.

Upaya ini diharapkan mampu memperkokoh posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia sekaligus penggerak industrialisasi berbasis perkebunan.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK