Eksportir Tunggal SDA Dibentuk, Mulyanto Sentil Risiko Munculnya 'Rente Baru' di Tubuh DSI
FAKTANASIONAL.NET — Anggota Komisi Energi DPR RI Periode 2019-2024, Mulyanto, meminta pemerintah menerapkan pendekatan bertahap dalam mengimplementasikan peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal komoditas sumber daya a…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Anggota Komisi Energi DPR RI Periode 2019-2024, Mulyanto, meminta pemerintah menerapkan pendekatan bertahap dalam mengimplementasikan peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal komoditas sumber daya alam (SDA).
Langkah ini dinilai krusial demi menjaga stabilitas sistem tata niaga yang saat ini telah berjalan.
Mulyanto menekankan bahwa pengendalian penuh atas komoditas ekspor dan penentuan harga tidak bisa sekadar bermodal kewenangan regulasi.
DSI harus ditopang oleh kesiapan infrastruktur data, SDM profesional, teknologi digital, serta komitmen transparansi yang tinggi.
Baca Juga: DSI Resmi Jadi BUMN, COO Danantara Jamin Tak Bakal Caplok Lini Bisnis Para Eksportir
"Kita tidak ingin semangat memperkuat peran negara justru terhambat oleh keterbatasan kapasitas kelembagaan. Soal governance ini menjadi sangat penting. Faktor ini yang akan menentukan sukses atau tidaknya DSI," kata Mulyanto dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026) malam.
Ia mengingatkan, esensi dari kehadiran lembaga yang kuat adalah kemampuannya dalam mengawasi dan memastikan keadilan ekonomi untuk rakyat, bukan justru memonopoli seluruh transaksi secara kaku.
"Kita tidak malah terjadi sebaliknya, muncul rente baru di dalam badan ini," tegasnya.
Meski demikian, Mulyanto tetap memandang pembentukan badan ini sebagai sebuah langkah strategis jangka panjang yang mampu mengamankan kedaulatan ekonomi serta menutup celah kerugian negara.
“Sehingga, upaya ini menjadi langkah strategis yang dapat memperkuat kedaulatan ekonomi nasional, meningkatkan penerimaan negara, serta menutup berbagai potensi kebocoran dalam tata niaga komoditas sumber daya alam Indonesia,” ungkap dia.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.