Fakta Nasional

Erdogan Murka Turki Disebut Ancaman Baru bagi Israel

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak keras anggapan bahwa negaranya kini menjadi ancaman baru bagi Israel. Erdogan menyebut tudingan tersebut sebagai narasi keliru yang berkembang di tengah meningkatnya ketegangan antara A…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 27 September 2026 📖 1 menit
Erdogan Murka Turki Disebut Ancaman Baru bagi Israel
Erdogan Murka Turki Disebut Ancaman Baru bagi Israel/(Instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak keras anggapan bahwa negaranya kini menjadi ancaman baru bagi Israel.

Erdogan menyebut tudingan tersebut sebagai narasi keliru yang berkembang di tengah meningkatnya ketegangan antara Ankara dan Tel Aviv di kawasan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan Newsweek yang diterbitkan pada Sabtu, Erdogan mengakui Turki dan Israel memiliki perbedaan pandangan serius.

Namun, ia menilai meningkatnya retorika konfrontatif dari Israel juga berkaitan dengan dinamika politik dalam negeri menjelang pemilu.

“Belakangan ini, sebuah narasi keliru yang bertujuan menggambarkan Turki sebagai sumber ancaman baru telah berkembang di Israel,” kata Erdogan, dikutip dari SINDOnews.

“Kami menilai retorika ini berkaitan dengan dinamika politik domestik Israel dan situasi menjelang pemilu," katanya lagi.

Erdogan menegaskan Turki tidak memiliki permusuhan terhadap warga Israel. Sikap Ankara, menurut dia, lebih berkaitan dengan penolakan terhadap sejumlah kebijakan Israel yang dinilai melanggar hukum internasional.

Presiden Turki itu juga meredam kemungkinan perselisihan antara kedua negara berkembang menjadi perang.

Ia mengatakan kebijakan luar negeri Ankara tidak disusun berdasarkan anggapan bahwa konfrontasi militer merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan.

Pernyataan Erdogan muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melancarkan serangan keras terhadap dirinya dalam Sidang Umum PBB pada Kamis.

Netanyahu menyebut Turki sebagai “penyebar super kebohongan antisemitisme terbaru” dan Erdogan sebagai “tiran”. Ia juga menuduh Ankara menjadi tempat berlindung para pemimpin Hamas, mengancam Yunani, serta berupaya memperluas pengaruhnya di Suriah.

Turki menolak tuduhan yang disampaikan Netanyahu tersebut. Perseteruan retorik antara Ankara dan Tel Aviv kini mencerminkan persaingan strategis yang lebih luas, terutama terkait perkembangan situasi di Suriah.

Erdogan tetap menekankan bahwa Turki tidak memandang konfrontasi militer sebagai arah yang tidak terhindarkan. Di sisi lain, pernyataan keras dari kedua negara menunjukkan hubungan Israel dan Turki tengah menghadapi perbedaan strategis yang semakin terbuka.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK