Eskalasi Global: Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Terancam Goyang
FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah rangkaian serangan udara masif yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran . Operasi militer yang menyasar titik-titik vital di Lebanon dan Iran, termasuk gedung Maje…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah rangkaian serangan udara masif yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Operasi militer yang menyasar titik-titik vital di Lebanon dan Iran, termasuk gedung Majelis Ahli di Qom, telah menelan lebih dari 800 korban jiwa.
Situasi ini memicu kekhawatiran global akan terjadinya perang terbuka yang tidak berkesudahan di kawasan tersebut, dilansir pada 4 Maret 2026.
BACA JUGA: Wafatnya Ayatullah Ali Khamenei Mengusik Rasa Kemanusiaan, Megawati Kirim Surat ke Iran
Iran tidak tinggal diam dengan meluncurkan serangan balasan selama empat malam berturut-turut. Laporan terbaru menunjukkan target-target strategis AS di Dubai dan pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab, mulai terdampak.
Puncaknya, Teheran secara resmi menyatakan penutupan Selat Hormuz, jalur nadi perdagangan minyak dunia.
Langkah berani ini langsung direspons oleh Presiden AS, Donald Trump, yang mengancam akan mengerahkan kekuatan angkatan laut untuk mengawal kapal tanker melewati jalur tersebut.
Keputusan penutupan jalur laut ini mulai memicu efek domino pada sektor energi. Irak dikabarkan telah memperlambat hingga menghentikan produksi minyak di lapangan Rumaila dan proyek West Qurna 2.
Di dalam negeri AS, gelombang kritik dari politisi Demokrat mulai bermunculan. Mereka memperingatkan bahwa langkah militer Trump dapat menyeret Amerika ke dalam invasi darat yang berisiko menjadi "perang tanpa akhir" yang merugikan stabilitas internasional.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.