Fakta Nasional

Fasilitas Nuklir Natanz Diserang, Israel Beri Peringatan Eskalasi Besar!

FAKTANASIONAL.NET - Konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah fasilitas nuklir Natanz di Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan udara pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026. Kompleks pengayaan uranium Shahid Ahmadi Roshan yang sangat vital ini diser…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 23 March 2026 📖 1 menit
Fasilitas Nuklir Natanz Diserang, Israel Beri Peringatan Eskalasi Besar!
Rudal Iran Hantam Fasilitas Nuklir Israel/(REUTERS)

FAKTANASIONAL.NET - Konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah fasilitas nuklir Natanz di Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan udara pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026.

Kompleks pengayaan uranium Shahid Ahmadi Roshan yang sangat vital ini diserang oleh kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel. Kejadian ini memicu kekhawatiran global akan dampak radiasi dan perluasan skala perang di kawasan tersebut.

Meski serangan tersebut dikonfirmasi kebenarannya, Organisasi Energi Atom Iran memastikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya kebocoran bahan radioaktif.

Laporan dari kantor berita Tasnim menyebutkan situasi di sekitar lokasi masih terkendali. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melalui Rafael Grossi juga memonitor situasi secara ketat dan mendesak semua pihak untuk menahan diri demi menghindari kecelakaan nuklir yang fatal.

Serangan ini memancing reaksi keras dari Rusia yang menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang nyata.

Namun, di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, justru memberikan peringatan bahwa serangan akan semakin intensif dalam beberapa hari ke depan. Pihak Israel dan AS menegaskan akan terus menargetkan infrastruktur yang menjadi penyokong rezim di Iran, menandakan konflik ini jauh dari kata usai.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK