Fakta Nasional

Film NAZA Bikin Netanyahu Murka, Dua Sutradara Israel Jadi Sasaran

FAKTANASIONAL.NET - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan kritik keras terhadap film dokumenter NAZA yang mengangkat dugaan praktik penargetan warga Gaza oleh militer Israel. Kemarahan tersebut diarahkan kepada dua sutradara asal Isr…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 17 September 2026 📖 2 menit
Film NAZA Bikin Netanyahu Murka, Dua Sutradara Israel Jadi Sasaran
(Dok. Ist)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan kritik keras terhadap film dokumenter NAZA yang mengangkat dugaan praktik penargetan warga Gaza oleh militer Israel.

Kemarahan tersebut diarahkan kepada dua sutradara asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor.

Dikutip dari CNN Indonesia, Rabu, 16 September 2026, Netanyahu menilai film tersebut berpotensi mendorong kekerasan serta antisemitisme terhadap orang Yahudi.

“Ini mengejutkan. Kita sedang melawan hasutan anti-Semit global dan ketika itu datang dari dalam diri kita sendiri, itu tidak dapat ditoleransi,” kata Netanyahu dalam video yang diunggah pada Senin melalui Telegram.

Ia juga menyoroti keberhasilan film tersebut di Festival Film Venesia, Italia. “Dan sekarang dua sutradara Israel yang menggambarkan IDF sebagai penjahat perang mendapat tepuk tangan di festival Venesia,” demikian pernyataan Netanyahu yang dikutip media pro-Yahudi dan Israel, The Algemeiner.

Kontroversi semakin besar setelah Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Miki Zohar mengancam akan mencabut kewarganegaraan Abraham dan Szor.

Sementara itu, kepala militer Israel Eyal Zamir menyebut NAZA sebagai karya yang “didasarkan pada fitnah berdarah, distorsi realitas yang disengaja, dan tuduhan palsu yang serius terhadap tentara dan komandan IDF.”

NAZA merupakan film dokumenter karya Rachel Szor dan Yuval Abraham, keduanya warga Israel. Film tersebut memperoleh sambutan besar dalam Festival Film Venesia. Setelah pemutaran pada Kamis, 10 September, tepuk tangan penonton dilaporkan berlangsung lebih dari 20 menit.

Film yang diproduksi The Guardian itu membahas sistem intelijen Israel dalam menentukan sasaran serangan di Gaza. Istilah NAZA disebut sebagai akronim yang digunakan dinas intelijen untuk memperkirakan jumlah warga sipil yang berpotensi tewas dalam sebuah serangan udara.

The Guardian menulis bahwa persetujuan bahkan disebut dapat diberikan untuk “500 NAZA untuk membunuh satu anggota Hamas.”

Dokumenter tersebut menggambarkan mekanisme penargetan yang melibatkan kecerdasan buatan (AI), operator intelijen, hingga drone pembawa bom.

Film itu juga menyoroti penggunaan istilah “collateral damage” atau kerusakan tambahan yang dalam konteks tersebut berkaitan dengan korban manusia.

“Tentu, memang lebih mudah membunuh orang ketika Anda melakukannya di layar,” kata Yuval Abraham.

Ia menambahkan bahwa petugas intelijen disebut memiliki akses terhadap informasi mengenai kondisi rumah yang menjadi sasaran.

“Mereka tahu rumah yang mereka bom penuh dengan anak-anak. Mereka bisa mendengar bayi menangis. Namun mereka tetap memerintahkan serangan lain.”

Kehadiran NAZA di Venesia sekaligus memicu perdebatan mengenai kebebasan berekspresi, penggambaran operasi militer, serta tudingan terhadap tindakan Israel di Gaza.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK