Fakta Nasional

Gebrakan Sektor Maritim: Indonesia-Inggris Bangun 1.500 Kapal Ikan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Langkah besar diambil Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan sektor kelautan Indonesia. Melalui pertemuan bilateral dengan PM Inggris Keir Starmer di Downing Street 10 pada 20 Januari 2026, tercapai kesepakatan luar b…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 22 January 2026 📖 1 menit
Gebrakan Sektor Maritim: Indonesia-Inggris Bangun 1.500 Kapal Ikan
Gebrakan Sektor Maritim: Indonesia-Inggris Bangun 1.500 Kapal Ikan/(Serikat Presiden)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Langkah besar diambil Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan sektor kelautan Indonesia. Melalui pertemuan bilateral dengan PM Inggris Keir Starmer di Downing Street 10 pada 20 Januari 2026, tercapai kesepakatan luar biasa untuk membangun 1.500 kapal ikan.

Proyek ambisius ini dirancang untuk memodernisasi armada nelayan nasional sekaligus mengoptimalkan kekayaan laut nusantara.

Investasi besar-besaran ini menyasar langsung ke akar rumput, yakni perbaikan kualitas hidup di desa-desa nelayan. Presiden menegaskan bahwa pembangunan ribuan kapal ini bukan sekadar soal angka, melainkan upaya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat pesisir.

Dengan alat tangkap yang lebih mumpuni, diharapkan hasil laut Indonesia dapat dikelola secara mandiri dan profesional.

Mengingat tiga perempat wilayah Indonesia adalah perairan, potensi maritim memiliki peran kunci dalam ketahanan pangan. Presiden menyoroti rendahnya konsumsi protein masyarakat dan bertekad meningkatkannya melalui optimalisasi sektor laut.

Kerja sama dengan Inggris ini dipandang strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi maritim sekaligus memastikan kecukupan gizi bagi generasi mendatang melalui sumber protein laut.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK