Fakta Nasional

Guncang Pasar Global! Harga Minyak Dunia Anjlok Drastis Usai AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata

FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak dunia mengalami kejatuhan tajam hingga merosot di bawah angka 100 Dolar AS per barel. Fenomena anjloknya harga energi ini dipicu secara langsung oleh pengumuman krusial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengena…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 09 April 2026 📖 1 menit
Guncang Pasar Global! Harga Minyak Dunia Anjlok Drastis Usai AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata
Tambang minyak mentah/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak dunia mengalami kejatuhan tajam hingga merosot di bawah angka 100 Dolar AS per barel.

Fenomena anjloknya harga energi ini dipicu secara langsung oleh pengumuman krusial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu dengan pihak Iran.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Reuters pada Kamis, 9 April 2026, kondisi pasar energi seketika merespons dengan fluktuasi luar biasa.

Pada sesi perdagangan hari Rabu, minyak mentah jenis Brent merosot sekitar 13 persen ke level 94,75 Dolar AS per barel.

Lebih dramatis lagi, minyak mentah AS (WTI) terjun bebas sekitar 16 persen hingga akhirnya menyentuh angka 94,41 Dolar AS per barel.

Penurunan tajam harga minyak ini sejatinya mencerminkan rasa optimisme di kalangan pelaku pasar. Industri meyakini bahwa pasokan minyak mentah global akan kembali mengalir lancar dalam waktu dekat.

Tercatat sekitar 20 persen pasokan minyak dunia sangat bergantung pada jalur distribusi Selat Hormuz. Jika rute strategis ini dibuka sepenuhnya, pasokan minyak yang sebelumnya tertahan di Timur Tengah dapat segera membanjiri pasar internasional.

Sebelumnya, tensi geopolitik ini sangat tinggi usai Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran, hingga mengancam matinya peradaban. Namun, perubahan sikap mendadaknya menuju pendekatan damai membuat para investor kembali bernapas lega.

Kendati demikian, situasi riil di lapangan masih kental diselimuti ketegangan. Analis energi memperingatkan bahwa gencatan senjata ini tergolong sangat rapuh. Serangan militer berdarah masih terus berlanjut, termasuk invasi besar-besaran Israel ke Lebanon.

Pihak Iran sendiri menuding masih banyak pelanggaran wilayah udara yang membuat status kesepakatan ini penuh dengan ketidakpastian.

Apalagi, perairan Selat Hormuz belum sepenuhnya beroperasi normal karena militer Iran masih mengancam kapal yang melintas tanpa izin.

Di sisi lain, harga juga makin tertekan oleh membengkaknya stok cadangan minyak mentah di wilayah Amerika Serikat yang secara signifikan jauh melampaui perkiraan awal.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK