Fakta Nasional

Guruh Siapkan Kain Fatmawati Sebelum Meninggal

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) 2020-2024, Sandiaga Uno, mengungkapkan, mendiang Guruh Soekarnoputra telah menyiapkan kain dari sang ibunda, Fatmawati, yang akan digunakan dalam prosesi pemakamannya. Hal ters…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Djono W Oesman Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 26 September 2026 📖 2 menit
Guruh Siapkan Kain Fatmawati Sebelum Meninggal
Guruh Soekarnoputra meninggal. Foto: Facebook
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) 2020-2024, Sandiaga Uno, mengungkapkan, mendiang Guruh Soekarnoputra telah menyiapkan kain dari sang ibunda, Fatmawati, yang akan digunakan dalam prosesi pemakamannya.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga usai melayat jenazah putra bungsu proklamator RI Soekarno itu di rumah duka, Jalan Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).

BACA JUGA

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Rumah Duka Jalan Sriwijaya Raya 26 Kebayoran Baru

"Rencananya nanti setelah zuhur akan dimakamkan di Karet Bivak, dan itu sesuai pesan beliau," kata Sandiaga di lokasi.

"Tadi juga beliau sepertinya sudah menyiapkan ya, kain-kain yang sudah akan digunakan. Kain favorit dari Bu Fat (Fatmawati)," ujarnya menambahkan.

Sandiaga menuturkan, kain peninggalan Ibu Negara pertama RI tersebut sudah disiapkan oleh pihak keluarga.

Setelah jenazah dimandikan dan didoakan, keluarga terdekat akan melakukan prosesi pamitan sebelum akhirnya disalatkan.

"Tadi sudah disiapkan, kami sempat memandikan dan mendoakan. Sebentar lagi akan pamit kepada keluarga terdekat, setelah itu akan disalatkan," ucap Sandiaga.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga turut mengenang sosok Guruh Soekarnoputra. Ia mengaku memiliki kedekatan personal dengan almarhum sejak masih kanak-kanak.

BACA JUGA

Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Didampingi Putra dan Ratusan Kader PDIP

Bahkan, Guruh menjadi salah satu sosok yang kerap memberikan nasihat ketika Sandiaga, saat baru merintis dunia usaha. Keduanya juga pernah menjalin kemitraan, baik di dunia bisnis maupun saat berada di pemerintahan.

"Saya waktu masih kecil sering main ke rumah ini. Beliau banyak memberikan wejangan saat memulai usaha, pernah juga bermitra, dan saat di pemerintahan beliau juga mitra kerja kami di Komisi X (DPR)," kenang Sandiaga.

Bagi Sandiaga, kepergian Guruh bukan sekadar kehilangan sosok politisi, melainkan juga kehilangan besar bagi dunia seni dan budaya Tanah Air.

"Jadi kami kehilangan tokoh ekonomi kreatif yang telah memberikan kontribusi luar biasa melalui perannya di Swara Maharddhika maupun juga di kepartaian," imbuhnya.

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta pada Sabtu (26/9/2026).

Adik dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini tutup usia di umur 73 tahun pada pukul 04.16 WIB Sabtu (26/9/2026) pagi ini.

BACA JUGA

Puti Guntur Soekarno: Fatmawati adalah ‘Embu’ yang Menyuapi Cucu dengan Cinta dan Budaya

Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (26/9/2026).

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak MOHAMMAD GURUH IRIANTO SUKARNOPUTRA BIN SUKARNO pada usia 73 Tahun," tulis Hasto dalam keterangannya.

Hasto memohon doa agar Almarhum Guruh husnul khotimah.

Ia juga meminta masyarakat membuka pintu maaf untuk Almarhum Guruh.

"Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan dari almarhum tercinta," ujar Hasto.

"Selanjutnya mohon doa, semoga Almarhum husnul khotimah serta Allah SWT menerima semua amal ibadahnya, diampuni dan dihapuskan segala dosa dosa dan menempatkannya di tempat yang terbaik di sisi-Nya," jelasnya. (*)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK