Fakta Nasional

Gus Ipul Tinjau Penugasan Personel Taruna Bhakti Nusantara di Sekolah Rakyat Gresik

FAKTANASIONAL.NET — Lebih dari seribu personel Taruna Bhakti Nusantara yang terdiri dari unsur TNI dan Polri resmi diterjunkan ke berbagai Sekolah Rakyat di Indonesia. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung penugasan para person…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 05 August 2026 📖 2 menit
Gus Ipul Tinjau Penugasan Personel Taruna Bhakti Nusantara di Sekolah Rakyat Gresik
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau pelaksanaan MPLS dan penugasan personel Taruna Bhakti Nusantara di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik. Program ini memfokuskan pendampingan karakter dan kedisiplinan siswa dari keluarga miskin ekstrem./Foto: NUonline

FAKTANASIONAL.NET — Lebih dari seribu personel Taruna Bhakti Nusantara yang terdiri dari unsur TNI dan Polri resmi diterjunkan ke berbagai Sekolah Rakyat di Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung penugasan para personel tersebut di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik, Jawa Timur.

Gus Ipul menjelaskan bahwa para personel bertugas mendampingi kehidupan berasrama siswa melalui pembinaan kedisiplinan, kepemimpinan, dan kegiatan ekstrakurikuler selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Kami bersyukur semua sudah berada di tempat masing-masing. Insya Allah nanti di sini akan membimbing, memberikan keteladanan untuk siswa-siswa Sekolah Rakyat dalam rangka penguatan kedisiplinan dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler,” ujar Mensos, dikutip dari keterangan tertulis Kemensos, Rabu, 5 Agustus 2026.

Gus Ipul menegaskan bahwa pendampingan ini tidak berorientasi pada latihan militer, melainkan pembentukan kebiasaan hidup mandiri dan tertib.

Langkah ini berjalan beriringan dengan proses adaptasi para guru dan siswa terhadap sistem asrama.

Rekrutmen Berbasis DTSEN untuk Keluarga Miskin

Siswa Sekolah Rakyat merupakan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang direkrut bukan melalui seleksi akademik, melainkan hasil penjangkauan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebagian dari mereka bahkan belum pernah mengenyam pendidikan formal.

“Ketika masuk ke sini dilakukan penjangkauan berbasis DTSEN. Setelah itu dimutakhirkan oleh para pendamping, dicek lapangan bersama dinas sosial, dilakukan dialog dengan orang tua. Kalau setuju, diteruskan kepada bupati untuk ditetapkan dan diusulkan kepada Kemensos, proses terakhir kita tetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat,” urainya.

Kesan positif disampaikan oleh salah satu personel pengampu di SRT 1 Gresik, Letda Laut Bagus.

“Ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi kami dapat ditugaskan memberikan sedikit kepada adik-adik kami yang nantinya menjadi generasi penerus kami,” kata Bagus.

Ia mengingatkan agar para siswa terus memupuk kebersamaan di asrama.

“Jadi yang saya harapkan adik-adik jangan pernah bosan dan jangan pernah merasa sendiri. Di dalam satu asrama kita adalah satu keluarga. Semua saling memiliki dan saling merangkul,” katanya.

Baca Juga: Sasar 6,3 Juta Siswa, Pemprov Jateng Luncurkan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian untuk Cetak Generasi Emas

Manfaat pembinaan karakter diakui langsung oleh Arka Nanta Juanito Bolu, salah satu siswa anak nelayan yang telah setahun mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat.

Ia mengaku menjadi jauh lebih disiplin dan percaya diri.

“Di rumah saya tidak bisa disiplin. Masuk Sekolah Rakyat jadi bisa disiplin,” kata Arka yang bercita-cita menjadi prajurit TNI.

Arka juga memuji toleransi di sekolahnya.

“(Bapak Kepsek) baik dimana Pak Kepsek bisa mengantarkan yang non-muslim ke gereja (untuk ibadah),” tambah Arka.

Target Kapasitas Peserta Didik

Secara nasional, jumlah siswa Sekolah Rakyat telah menembus lebih dari 43 ribu orang (28 ribu siswa baru dan 15 ribu siswa lama) dan diproyeksikan melampaui 45 ribu siswa tahun ini.

Seiring rampungnya fasilitas gedung di daerah, kapasitasnya diproyeksikan menampung lebih dari 100 ribu siswa pada tahun depan.

Gus Ipul menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan tiap kabupaten/kota memiliki Sekolah Rakyat berkapasitas 1.500 hingga 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.

“Insya Allah kita alokasikan tahun ini siswa lama dan siswa baru diperkirakan nanti lebih dari 45 ribu siswa. Tahun depan, kalau target pembangunan gedung-gedung selesai, itu lebih dari 100 ribu (siswa),” demikian Gus Ipul menutup.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK