Gus Lilur Desak KPK Usut Muktamar NU
FAKTANASIONAL.NET - Pengusaha asal Nahdlatul Ulama, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau akrab disapa Gus Lilur, terus mendesak KPK. Ia meminta lembaga antirasuah mengusut tuntas dugaan politik uang dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang. Pernyataan it…
FAKTANASIONAL.NET - Pengusaha asal Nahdlatul Ulama, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau akrab disapa Gus Lilur, terus mendesak KPK. Ia meminta lembaga antirasuah mengusut tuntas dugaan politik uang dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Pernyataan itu disampaikan Gus Lilur pada Selasa, 27 Oktober 2026. Saat itu, ia sedang berada di Hanoi dan Ho Chi Minh City, Vietnam. Kunjungannya ke Vietnam bertujuan menjajaki ekspansi bisnis batu bara serta kemitraan budi daya benih bening lobster.
"Saya tidak sedang menjalani dua hidup. Di dagang maupun di jam'iyyah, ukurannya satu, berani dibuka, berani diperiksa," kata Gus Lilur lewat keterangan tertulis.
Dalam lawatannya, Gus Lilur membidik kontrak pasokan batu bara mencapai 20 juta metrik ton. Penandatanganan kontrak tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan depan. Ia juga merintis kerja sama budi daya BBL demi memperkuat industri dalam negeri.
Gus Lilur menepis kritik miring perihal bisnisnya di negara komunis. Menurutnya, perdagangan antarbangsa merupakan urusan muamalah yang sah secara syariat. Hal utama yang menentukan adalah cara berdagangnya, bukan identitas mitra negaranya.
Terkait laporannya ke KPK pada 12 Oktober lalu, ia mengaku telah menyerahkan bukti-bukti awal. Bukti tersebut mencakup alur aliran dana mulai dari uang muka hingga pelunasan suara muktamar. Ia bahkan menyatakan kesiapan memfasilitasi pengurus cabang yang ingin mengembalikan uang transaksi itu.
"Ibarat film, ini baru tayangan pembuka," ujar Gus Lilur menegaskan keseriusannya.
Selain soal politik uang, Gus Lilur konsisten mendesak KH Miftachul Akhyar mundur dari jabatan Rais Aam. Ia menilai marwah kepemimpinan tertinggi ulama NU harus dijaga ketat. Integritas moral pimpinan perlu ditegakkan demi menjaga kehormatan organisasi.[ayu]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.