Fakta Nasional

Harga Batu Bara Membara

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga batu bara acuan masih bertahan di zona positif, ditutup di atas level US$107 per ton. Data Refinitiv menunjukkan bahwa pada akhir perdagangan Selasa (1/4/2025), harga batu bara acuan ICE Newcastle dengan kontrak Me…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 02 April 2025 📖 2 menit
Harga Batu Bara Membara
Harga Batu Bara Membara/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga batu bara acuan masih bertahan di zona positif, ditutup di atas level US$107 per ton.

Data Refinitiv menunjukkan bahwa pada akhir perdagangan Selasa (1/4/2025), harga batu bara acuan ICE Newcastle dengan kontrak Mei 2025 menguat sebesar 0,37% dan mencapai posisi US$107,40 per ton.

Kenaikan ini menandakan tren positif yang telah berlangsung selama lima hari berturut-turut dan mencapai level terkuat dalam lima pekan terakhir.

Fenomena ini menarik perhatian pasar karena menunjukkan kestabilan serta potensi pergerakan harga yang menguntungkan di tengah dinamika global.

Di balik kenaikan tersebut, terdapat sejumlah faktor fundamental yang turut mempengaruhi harga batu bara.

Salah satunya adalah keputusan dari Coal India yang merupakan pemain utama dalam industri batu bara, dengan kontribusi lebih dari 80% produksi batu bara dalam negeri.

Coal India baru-baru ini mengumumkan kenaikan harga sebesar ₹10 per ton untuk batu bara kokas dan non-kokas, efektif mulai 16 April 2025.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penurunan produksi yang tercatat pada tahun fiskal 2024-2025, dimana produksi mencapai 781,1 juta ton (MT) yang hampir 7% di bawah target sebesar 838 MT.

Meskipun demikian, terdapat sedikit pertumbuhan produksi sebesar 1% pada tahun fiskal 2025 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, meskipun terjadi penurunan 3,1% pada Maret 2025.

Analisis ini memberikan gambaran bahwa peningkatan harga tidak hanya didorong oleh permintaan global, tetapi juga oleh dinamika produksi dan kebijakan harga dari produsen utama.

Di Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) untuk periode April 2025 senilai US$123,32 per ton, naik dari periode sebelumnya yang senilai US$117,76 per ton.

Kebijakan ini diterapkan selama dua pekan mulai 1 April 2025 dan berfungsi sebagai dasar penghitungan harga patokan batu bara nasional.

Sementara itu, di Afrika Selatan, pemerintah telah memberikan izin kepada delapan pembangkit listrik milik Eskom untuk melampaui batas polusi udara dan emisi.

Kebijakan pengecualian selama lima tahun ini merupakan upaya untuk menghindari pemadaman listrik yang berkepanjangan, yang jika terjadi, dapat melumpuhkan perekonomian negara tersebut.

Langkah-langkah kebijakan di kedua negara ini menunjukkan bagaimana regulasi domestik dan regional turut berperan dalam menentukan arah pergerakan harga batu bara di pasar global.

Kenaikan harga batu bara di level ini mengindikasikan adanya keseimbangan antara permintaan yang kuat dan kendala pasokan dari produsen utama, yang pada gilirannya memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian global.

Pergerakan harga yang stabil dan mendukung optimisme pasar juga dapat menjadi sinyal positif bagi investasi di sektor energi, terutama dalam konteks transisi menuju energi yang lebih bersih namun tetap mengandalkan sumber daya batu bara.[dit]

**


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK