Fakta Nasional

Harga Minyak Anjlok Lebih dari 1%

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak mentah merosot lebih dari 1% pada sesi perdagangan terakhir, dipicu rencana peningkatan pasokan OPEC+ dan kekhawatiran melemahnya permintaan global setelah ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap India soa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 07 August 2025 📖 1 menit
Harga Minyak Anjlok Lebih dari 1%
Harga minyak mentah Brent dilaporkan anjlok kembali ke level sebelum konflik di kisaran 72 dolar AS per barel akibat melimpahnya pasokan dan penurunan permintaan dari China./(Ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak mentah merosot lebih dari 1% pada sesi perdagangan terakhir, dipicu rencana peningkatan pasokan OPEC+ dan kekhawatiran melemahnya permintaan global setelah ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap India soal pembelian minyak Rusia.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC+) sepakat menambah produksi 547.000 barel per hari untuk September.

Sehingga kontrak Brent turun US$ 0,82 (1,2%) ke US$ 67,94 per barel, dan WTI tergelincir US$ 0,88 (1,3%) ke US$ 65,41.

Epek Penambahan Produksi OPEC+ pada Harga Minyak

Keputusan OPEC+ untuk meningkatkan kuota produksi di tengah suplai yang sudah longgar menimbulkan tekanan ke harga.

Dengan tingkat produksi yang kembali naik, kekhawatiran kelebihan pasokan semakin nyata. Investor memprediksi stok global akan terisi kembali, sehingga tekanan jual pada kontrak berjangka kian kuat.

Reaksi Pasar Global soal Harga Minyak

Selain faktor pasokan, ancaman Trump kepada India—pembeli minyak Rusia terbesar dengan impor 1,75 juta barel per hari pada paruh pertama tahun ini—menimbulkan ketidakpastian permintaan.

Analis UBS Giovanni Staunovo mempertanyakan apakah proyeksi sanksi akan benar-benar terealisasi, atau sekadar retorika politik.

Jika India mengurangi pembelian minyak murah dari Rusia, minyak Rusia akan mencari pasar alternatif, tetapi efek pada harga global masih diperdebatkan.

Para pelaku pasar menanti keputusan kebijakan AS selanjutnya dan laporan stok mingguan dari EIA untuk mengukur keseimbangan pasokan-permintaan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK