Fakta Nasional

Harga Minyak Dunia Terkoreksi Tipis di Tengah Proposal Damai Iran, Brent Bertahan di Level 108 Dolar AS

FAKTANASIONAL.NET – Harga minyak mentah dunia ditutup melemah tipis pada akhir perdagangan pekan ini setelah munculnya harapan baru terkait jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Meski terkoreksi, harga minyak secara keseluruhan masih…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 02 May 2026 📖 1 menit
Harga Minyak Dunia Terkoreksi Tipis di Tengah Proposal Damai Iran, Brent Bertahan di Level 108 Dolar AS
Harga minyak mentah Brent dan WTI kembali terkerek naik menyusul keputusan Iran memperketat kembali jalur pelayaran komersial tersebut akibat memanasnya suhu politik dengan AS./(ilustrasi kilang minyak/(pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Harga minyak mentah dunia ditutup melemah tipis pada akhir perdagangan pekan ini setelah munculnya harapan baru terkait jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Meski terkoreksi, harga minyak secara keseluruhan masih mencatatkan kenaikan mingguan yang kuat akibat ketegangan geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.

Berdasarkan data perdagangan pada Jumat yang dirilis Reuters, Sabtu (2/5/2026), harga minyak mentah jenis Brent turun 2,02 persen ke level 108,17 Dolar AS per barel.

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,98 persen ke posisi 101,94 Dolar AS per barel.

Proposal Damai dan Respons Pasar

Penurunan harga ini dipicu oleh laporan bahwa Teheran telah mengirimkan proposal negosiasi kepada Washington melalui mediator Pakistan.

Langkah diplomatik ini memberikan sentimen positif bagi pasar energi global yang selama ini tertekan oleh kekhawatiran gangguan pasokan.

Analis senior dari Price Futures Group, Phil Flynn, menilai langkah Iran ini merupakan sinyal krusial bagi stabilitas pasar ke depan.

“Usulan Iran ini telah memberikan harapan kepada pasar bahwa ada jalan keluar bagi Amerika Serikat,” kata Phil Flynn.

Namun, penguatan harga masih membayangi karena adanya laporan bahwa Presiden AS Donald Trump belum sepenuhnya puas dengan draf proposal terbaru yang diajukan pihak Iran tersebut.

Kenaikan Mingguan Tetap Solid

Walaupun mengalami pelemahan di akhir pekan, kedua acuan harga minyak dunia tersebut masih berada di jalur kenaikan sekitar 2,95 persen sepanjang pekan ini.

Hal ini disebabkan oleh kondisi riil di lapangan yang masih menunjukkan ketidakpastian tinggi.

Beberapa faktor kunci yang menjaga harga minyak tetap di level tinggi antara lain:

  • Blokade Selat Hormuz: Iran masih memblokir jalur pelayaran vital ini, yang merupakan jalur bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

  • Restriksi Ekspor: Angkatan Laut AS tetap melakukan pembatasan ketat terhadap ekspor minyak asal Iran.

Kombinasi antara harapan negosiasi dan gangguan pasokan fisik di lapangan membuat harga minyak diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu mendatang, bergantung pada perkembangan respons Gedung Putih terhadap proposal Iran tersebut.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK