Harga Pangan Bergetar: Daging Ayam dan Cabai Picu Inflasi Februari 2026
FAKTANASIONAL.NET - Kondisi kantong masyarakat sedikit tertekan pada awal tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang cukup signifikan pada Februari 2026. Inflasi bulanan tercatat menyentuh angk…
FAKTANASIONAL.NET - Kondisi kantong masyarakat sedikit tertekan pada awal tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang cukup signifikan pada Februari 2026.
Inflasi bulanan tercatat menyentuh angka 0,68 persen (mtm), yang mayoritas dipicu oleh meroketnya harga komoditas pangan pokok di pasar-pasar tradisional maupun modern.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi motor utama inflasi dengan andil 0,45 persen.
Daging ayam ras menjadi "juara" penyumbang inflasi, diikuti oleh cabai rawit dan cabai merah yang harganya kian pedas. Di sisi lain, harga emas perhiasan yang terus merangkak naik juga memberikan kontribusi besar terhadap laju inflasi inti bulan ini.
Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan realita yang cukup menantang di lapangan; harga daging ayam bahkan menembus angka Rp41.550 per kg.
Komponen harga bergejolak (volatile foods) memang naik hingga 2,50 persen. Meski demikian, laju inflasi sedikit tertahan oleh komponen harga yang diatur pemerintah, seperti bensin, yang justru mengalami deflasi tipis.
Kenaikan harga pangan ini menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memperkuat rantai pasok. Dengan inflasi tahun kalender yang sudah mencapai 0,53 persen hingga Februari, stabilisasi harga komoditas seperti beras, telur, dan aneka cabai menjadi kunci agar daya beli masyarakat tetap terjaga hingga pertengahan tahun nanti.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.