Fakta Nasional

Houthi Diduga Serang Arab Saudi dari Irak

FAKTANASIONAL.NET - Milisi Houthi dari Yaman diduga melancarkan serangan terhadap Arab Saudi dari wilayah Irak pada pekan ini. Berdasarkan analisis yang dilakukan otoritas Saudi bersama mitra regionalnya, serangan tersebut disebut berlangsung melalu…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 01 August 2026 📖 2 menit
Houthi Diduga Serang Arab Saudi dari Irak
Houthi Diduga Serang Arab Saudi dari Irak/(Foto: REUTERS)

FAKTANASIONAL.NET - Milisi Houthi dari Yaman diduga melancarkan serangan terhadap Arab Saudi dari wilayah Irak pada pekan ini.

Berdasarkan analisis yang dilakukan otoritas Saudi bersama mitra regionalnya, serangan tersebut disebut berlangsung melalui koordinasi dengan kelompok-kelompok bersenjata di Irak yang memiliki kedekatan dengan Iran.

Dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (31/7/2026), analisis tersebut juga menyebut sejumlah serangan diduga dilakukan secara gabungan dan berada di bawah pengawasan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Meski demikian, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Houthi, kelompok milisi Irak, maupun IRGC terkait tuduhan tersebut.

Hubungan antara Houthi dan faksi-faksi bersenjata di Irak sebenarnya telah terjalin selama beberapa tahun, terutama dengan Kataib Hizbullah yang dikenal sebagai salah satu kelompok bersenjata paling terorganisir di negara itu.

Pada 2024, pemimpin Houthi Abdul Malik al-Houthi mengumumkan pembentukan ruang operasi bersama dengan sejumlah faksi Irak.

Di tahun yang sama, Houthi dan Kataib Hizbullah juga mengklaim telah menjalankan operasi gabungan pertama yang menargetkan Israel.

Keberadaan perwakilan tetap Houthi di Irak, Ahmed al-Sharafi, beserta kantor resminya dinilai semakin memperkuat hubungan kedua pihak.

Al-Sharafi diketahui pernah bertemu dengan partai-partai Syiah Irak yang bersekutu dengan Iran serta sejumlah kelompok bersenjata di negara tersebut.

Jika dugaan operasi bersama itu terbukti, analis menilai hal tersebut menunjukkan semakin kuatnya koordinasi dalam Poros Perlawanan Iran sekaligus meningkatnya kemampuan mereka menekan sekutu Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini mencuat setelah Irak menjadi sasaran serangan gabungan Arab Saudi dan Amerika Serikat pada Rabu pekan ini.

Menurut laporan yang dikutip dari CNN Indonesia, sedikitnya tujuh provinsi menjadi target dan menyebabkan 20 orang tewas. Pemerintah Irak mengecam operasi tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.

Dalam pernyataan resminya, Riyadh menyebut operasi itu merupakan respons atas serangan yang sebelumnya diluncurkan dari wilayah Irak. Arab Saudi juga menegaskan akan mengambil langkah lebih tegas apabila ancaman serupa kembali terjadi.

Ketegangan tersebut berlangsung di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, sementara Houthi terus meningkatkan tekanan di Laut Merah, termasuk mengumumkan rencana penutupan Selat Bab al-Mandab.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK