Houthi Makin Menguasai Yaman, Ini Alasan yang Bisa Mengubah Perang Timur Tengah
FAKTANASIONAL.NET - Kemajuan militer kelompok Houthi atau Ansar Allah di Yaman dinilai dapat menjadi salah satu titik penting dalam dinamika perang di Timur Tengah. Penguasaan sejumlah kota strategis di sepanjang pantai barat Yaman dari pasukan yang…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Kemajuan militer kelompok Houthi atau Ansar Allah di Yaman dinilai dapat menjadi salah satu titik penting dalam dinamika perang di Timur Tengah.
Penguasaan sejumlah kota strategis di sepanjang pantai barat Yaman dari pasukan yang didukung Arab Saudi memperbesar nilai penting posisi Houthi dalam konflik kawasan.
Dikutip dari SINDOnews, Senin, 14 September 2026, peneliti Future Security Program di lembaga pemikir New America, Adam Baron, menilai perkembangan tersebut berlangsung di tengah konflik yang saling terhubung di berbagai front.
Baron menyebut serangan drone dari Irak terhadap jaringan pipa Arab Saudi menunjukkan “sifat mudah meledak yang lebih luas” dari kondisi keamanan Timur Tengah.
“Sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran enam bulan lalu, kita menghadapi situasi berupa serangkaian konflik yang saling terkait di berbagai front, dengan intensitas ketegangan yang pasang surut di seluruh kawasan,” ujar Baron.
Menurut Baron, salah satu faktor utama adalah posisi strategis wilayah yang dikuasai Houthi. Penguasaan kota-kota penting di pantai barat Yaman disebut sebagai “titik balik yang nyata”.
“Hal ini berarti hilangnya wilayah yang secara strategis paling penting di seluruh Yaman. Terkait lokasi strategis Yaman, tidak ada yang bisa menandingi keuntungan bagi kelompok militer yang memiliki akses ke Bab al-Mandeb,” katanya kepada Al Jazeera.
Bab al-Mandeb merupakan jalur penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Karena itu, penguasaan wilayah di sekitarnya memiliki arti strategis bagi pergerakan militer sekaligus jalur perdagangan dan energi.
Baron juga menilai Arab Saudi menghadapi tantangan besar jika ingin menghentikan laju Houthi hanya melalui kekuatan udara. Mundurnya pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional tanpa perlawanan bisa saja merupakan taktik untuk menghadapi pertempuran berikutnya.
Namun, serangan udara yang dipimpin Saudi dinilai kemungkinan tidak cukup untuk mengusir Houthi tanpa dukungan pasukan darat yang “terpadu”.
Hingga laporan tersebut, tercatat 129 serangan udara menghantam wilayah yang baru dikuasai Ansar Allah. Serangan juga terjadi di wilayah utara ketika Houthi berupaya bergerak menuju Marib, salah satu basis pertahanan pemerintah Yaman.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.