Fakta Nasional

Houthi Siap Gempur Kapal di Selat Bab el-Mandeb, Ancaman Baru Guncang Jalur Minyak Dunia

FAKTANASIONAL.NET – Ketegangan di kawasan Laut Merah kembali meningkat setelah kelompok milisi Houthi di Yaman dilaporkan telah menyelesaikan persiapan militer untuk melancarkan serangan baru terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Bab e…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 24 July 2026 📖 2 menit
Houthi Siap Gempur Kapal di Selat Bab el-Mandeb, Ancaman Baru Guncang Jalur Minyak Dunia
Houthi Siap Gempur Kapal di Selat Bab el-Mandeb, Ancaman Baru Guncang Jalur Minyak Dunia/(Instagram/@asiaone)
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Ketegangan di kawasan Laut Merah kembali meningkat setelah kelompok milisi Houthi di Yaman dilaporkan telah menyelesaikan persiapan militer untuk melancarkan serangan baru terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Bab el-Mandeb.

Jalur pelayaran strategis tersebut merupakan salah satu urat nadi perdagangan dan distribusi energi dunia.

Peringatan itu disampaikan Pusat Informasi Maritim Gabungan (Joint Maritime Information Center/JMIC) dalam pemberitahuan resmi kepada para pelaut pada Selasa (21/7/2026).

JMIC menyebut kelompok Houthi telah menempatkan rudal dan drone tempur di sekitar akses menuju Selat Bab el-Mandeb, menyusul deklarasi embargo maritim sepihak terhadap Arab Saudi.

"Pihak Houthi telah menyelesaikan persiapan untuk menyerang pelayaran, termasuk pengerahan rudal dan drone yang ditempatkan di dekat Bab el-Mandeb," tulis JMIC dalam peringatannya, dikutip dari CNBC International.

Lembaga tersebut juga menyampaikan bahwa kapal yang memuat maupun membongkar kargo dari pelabuhan Arab Saudi dinyatakan dilarang melintasi wilayah yang diklaim Houthi.

Merespons meningkatnya ancaman keamanan, misi Angkatan Laut Uni Eropa di Timur Tengah mengimbau kapal-kapal niaga yang berafiliasi dengan Israel, Amerika Serikat, maupun Arab Saudi untuk sementara menghindari pelayaran di Laut Merah dan Teluk Aden hingga kondisi kembali kondusif.

Selat Bab el-Mandeb memiliki peran vital karena menghubungkan Laut Merah, Teluk Aden, Laut Arab, hingga jalur distribusi minyak dunia. Gangguan di kawasan ini dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global.

Data Kpler, dikutip dari CNBC International, mencatat ekspor minyak dari terminal Yanbu, Arab Saudi, yang melintasi Bab el-Mandeb sempat mencapai 3,5 juta barel per hari pada Juni lalu, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sekitar 240 ribu barel per hari.

Meski JMIC masih menetapkan tingkat ancaman pada level "sedang" dan menyebut belum ada serangan baru dalam dua hari terakhir, dampaknya sudah mulai terasa.

Lalu lintas kapal di Selat Bab el-Mandeb dilaporkan turun 34 persen pada Selasa dibandingkan sehari sebelumnya.

Sementara itu, firma intelijen maritim Windward melaporkan empat kapal tanker milik Arab Saudi yang mengangkut sekitar 3,8 juta barel minyak mentah, gasoil, dan nafta memilih berbalik arah sebelum memasuki selat tersebut.

Di sisi lain, Badan Maritim Internasional (IMO) PBB mencatat sedikitnya 12 kapal telah menjadi sasaran serangan di sekitar Selat Hormuz sejak 6 Juli 2026, mengakibatkan dua pelaut tewas dan lebih dari belasan lainnya terluka.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK