Fakta Nasional

Imbas Konflik Geopolitik, Kemenhub Beri Sinyal Kenaikan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

FAKTANASIONAL.NET – Kabar kurang mengenakkan bagi para pelancong domestik. Harga tiket pesawat di Indonesia berpotensi semakin melambung tinggi dalam waktu dekat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi bahwa mereka tengah membuka pembahasa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 23 May 2026 📖 2 menit
Imbas Konflik Geopolitik, Kemenhub Beri Sinyal Kenaikan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Pemerintah resmi mengucurkan stimulus berupa diskon tarif hingga 30 persen untuk kereta dan kapal laut, serta PPN DTP 100 persen untuk tiket pesawat ekonomi guna menggairahkan ekonomi daerah selama libur sekolah 2026./net.
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Kabar kurang mengenakkan bagi para pelancong domestik. Harga tiket pesawat di Indonesia berpotensi semakin melambung tinggi dalam waktu dekat.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi bahwa mereka tengah membuka pembahasan untuk menyesuaikan Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan komersial bersama pihak maskapai dan pemangku kepentingan terkait.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tekanan geopolitik global yang terus mengerek biaya operasional penerbangan nasional.

Baca Juga: Bahas Geopolitik dan Stabilitas Nasional di Tengah Pelemahan Rupiah, Rapat Komisi I DPR dan BIN Digelar Tertutup

Fokus Jangka Pendek: Formula Baru Fuel Surcharge

Sebelum menyentuh instrumen TBA, pemerintah memilih untuk terlebih dahulu merumuskan formula baru terkait komponen biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge).

Kebijakan ini dinilai mendesak dilakukan menyusul lonjakan harga avtur dunia yang kian mencekik ruang fiskal maskapai penerbangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa koordinasi intensif dengan lini maskapai telah membuahkan kesepakatan awal terkait kompensasi harga bahan bakar tersebut.

"Untuk jangka pendek, kami memformulasikan fuel surcharge sebagai penyesuaian terhadap kenaikan harga avtur. Pihak maskapai sudah sepakat bahwa opsi ini menjadi kebutuhan paling krusial saat ini agar mereka mampu beradaptasi," ujar Dudy di Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (22/5).

Setelah kebijakan fuel surcharge resmi diimplementasikan, Kemenhub baru akan melanjutkan pembahasan mengenai restrukturisasi TBA.

Dudy menegaskan bahwa arah pembahasan ke depan bukan untuk menurunkan tarif, melainkan menaikkan batas harga demi menjaga stabilitas dan keberlanjutan layanan udara domestik.

Pembahasan komprehensif ini nantinya akan dikoordinasikan secara lintas sektoral di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPW).

"Kami memang belum menggelar pertemuan khusus dengan Pak Menko untuk membahas TBA ini secara lebih rinci. Namun ke depan, potensi pembahasan itu pasti ada, arahnya adalah menaikkan TBA," tambahnya.

Pertimbangkan Daya Beli Masyarakat

Rencana penyesuaian tarif komersial ini sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ia memastikan bahwa pemerintah bakal mengalkulasi ulang tarif penerbangan secara terukur dengan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

Menurut AHY, eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah berdampak langsung pada kenaikan harga energi global, yang kemudian memicu pembengkakan biaya operasional sektor transportasi udara secara menyeluruh.

"Menghadapi dinamika dunia seperti ini memang tidak selalu mudah. Namun, kita berharap ada perbaikan situasi ke depan, sekaligus memastikan kebijakan harga tiket pesawat ini nantinya tidak terlalu memberatkan masyarakat," pungkas AHY.

Baca Juga: Selat Hormuz Kembali Membara: Blokade AS Picu Ketegangan Global di Timur Tengah


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK