Fakta Nasional

Inggris Izinkan Pangkalan Udaranya Dipakai AS Untuk Serangan Defensif, Iran Kecam Keputusan Tersebut

FAKTANASIONAL.NET - Iran memperingatkan Inggris tentang konsekuensi dari keputusannya dalam mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan udara Inggris untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Iran. Kementerian Luar Negeri Iran (Kemenlu…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 24 July 2026 📖 1 menit
Inggris Izinkan Pangkalan Udaranya Dipakai AS Untuk Serangan Defensif, Iran Kecam Keputusan Tersebut
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Iran memperingatkan Inggris tentang konsekuensi dari keputusannya dalam mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan udara Inggris untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran (Kemenlu Iran) mengemukakan setiap negara yang terlibat dalam agresi militer terhadap Iran harus bertanggung jawab atas konsekuensi dari keputusannya.

"Iran berkomitmen penuh untuk terus mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, kepentingan nasional, dan keamanan dalam menghadapi agresi. Setiap negara yang dengan cara apa pun menjadi pihak dalam agresi militer terhadap Iran akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari keputusannya," demikian pernyataan kementerian tersebut.

Iran juga mengecam keputusan pemerintah Inggris yang mengizinkan pangkalan udaranya digunakan oleh pesawat militer AS. Langkah tersebut bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebelumnya, Bloomberg pada Selasa melaporkan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengizinkan AS tetap menggunakan pangkalan udara Inggris untuk melancarkan serangan yang disebut sebagai serangan defensif terhadap Iran.

Iran dan AS sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni yang mengatur penghentian konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS kembali melancarkan beberapa gelombang serangan ke Iran.

CENTRAL COMANDO/CENTCOM (Komando Pusat AS) menyatakan serangan itu merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz.

Iran membalas serangan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Presiden AS, Donald Trump kemudian menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran sudah tidak lagi berlaku. (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK