Inggris-Prancis Turun Tangan, Saudi Diperkuat Hadapi Serangan Houthi Yaman
FAKTANASIONAL.NET - Inggris dan Prancis menyatakan dukungan defensif untuk Arab Saudi setelah serangkaian serangan yang dikaitkan dengan milisi Houthi Yaman. Langkah tersebut dilakukan ketika Riyadh menghadapi ancaman serangan pesawat nirawak dan ru…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Inggris dan Prancis menyatakan dukungan defensif untuk Arab Saudi setelah serangkaian serangan yang dikaitkan dengan milisi Houthi Yaman.
Langkah tersebut dilakukan ketika Riyadh menghadapi ancaman serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap wilayah serta infrastruktur strategisnya.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham disebut telah menyetujui permintaan dukungan militer dari Arab Saudi.
Dalam perjalanan menuju Sidang Umum PBB di New York, Burnham mengatakan pesawat Inggris akan memberikan layanan pengisian bahan bakar di udara bagi jet-jet Saudi.
"Pesawat-pesawat Inggris akan menyediakan layanan pengisian bahan bakar di udara yang bersifat 'defensif' bagi jet-jet Saudi," kata PM Burnham kepada wartawan.
Dikutip dari CNN Indonesia, laporan kantor berita PA menyebut dukungan Inggris dibatasi untuk membantu pesawat Saudi mempertahankan wilayahnya dari serangan drone dan rudal. Misi tersebut tidak ditujukan untuk mendukung serangan terhadap Houthi.
Pesawat tanker Voyager diperkirakan mulai menjalankan misi dalam beberapa hari mendatang. Operasi tersebut bersifat sementara dan diperkirakan berlangsung selama beberapa minggu.
Dukungan pengisian bahan bakar ini juga menjadi tambahan bagi sistem pertahanan udara Sky Sabre milik Inggris yang sebelumnya telah dikerahkan di Arab Saudi.
Burnham mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan kepentingan Inggris dan keamanan kawasan. "Arab Saudi telah mengalami serangan dan menghadapi potensi gangguan lebih lanjut," ujarnya.
"Kita perlu menjaga jalur tersebut tetap terbuka, dan oleh karena itulah kita menyetujui permintaan tersebut," demikian laporan tersebut, seperti dikutip AFP.
Prancis juga menyatakan kesiapan membantu mengamankan sejumlah infrastruktur energi Arab Saudi. Seorang sumber diplomatik Prancis mengatakan Paris siap berkontribusi menjaga fasilitas energi di Yanbu dan jalur pipa East-West Pipeline dengan pendekatan defensif.
"Prancis siap berkontribusi dalam mengamankan infrastruktur energi Saudi di Yanbu dan di sepanjang East-West Pipeline, dalam kerangka pendekatan yang murni bersifat defensif. Hal ini sama sekali tidak melibatkan partisipasi dalam konflik melawan Houthi," ujar sumber tersebut.
Houthi disebut telah menyerang fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Yanbu, kawasan Laut Merah. East-West Pipeline juga ditutup setelah serangan drone yang diluncurkan dari Irak.
Sebelumnya, Kepala Badan Pemerintahan Yaman Rashad Al Alimi melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Donald Trump pada Minggu (20/9). Alimi disebut meminta dukungan Amerika Serikat untuk menghadapi Houthi.
Namun, menurut sumber dari kantor Alimi, Trump tidak menjanjikan dukungan militer kepada Yaman. Pembicaraan itu berlangsung setelah Houthi melancarkan serangan ke ibu kota Riyadh pada Sabtu (19/9).
Permintaan tersebut disebut berkaitan dengan kondisi pemerintah Yaman yang semakin terdesak setelah Houthi menguasai seluruh pesisir Laut Merah dalam sebuah serangan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.