Fakta Nasional

Investasi PLTN di Indonesia: Kanada dan Rusia Siap Ambil Peran

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan minat perusahaan asal Rusia dan Kanada untuk berinvestasi dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Rencana ini s…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 25 June 2025 📖 1 menit
Investasi PLTN di Indonesia: Kanada dan Rusia Siap Ambil Peran
Pemerintah tengah mengkaji teknologi kompor listrik generasi terbaru demi menekan impor LPG./(Instagram)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan minat perusahaan asal Rusia dan Kanada untuk berinvestasi dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.

Rencana ini sejalan dengan roadmap transisi energi nasional yang menargetkan PLTN pertama operasional pada 2034.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN 2025–2034, masuk proyek PLTN berskala 500 Mega Watt (MW) sebagai prioritas. Bahlil menjelaskan bahwa model yang digarap adalah unit kecil–sedang (300–500 MW) dengan lokasi awal di Sumatera dan Kalimantan.

Kesepakatan ini mencerminkan komitmen pemerintah mencapai netral karbon dan memperkuat energi primer nonfosil di dalam negeri.

Bahlil mengungkapkan bahwa selain Rusia dan Kanada, ada beberapa negara lain yang menyampaikan minat namun masih dirahasiakan. “Untuk kami, siapapun tidak masalah, selama punya hubungan baik dengan Indonesia dan saling menguntungkan,” ujarnya.

Model kerja sama masih dibahas, termasuk skema pembiayaan, teknologi reaktor, hingga transfer pengetahuan bagi sumber daya manusia lokal.

Ketertarikan Rusia dipicu oleh pengalaman panjang dalam teknologi reaktor tenaga air dan nuklir sipil, sementara Kanada menawarkan teknologi reaktor berpendingin gas dan pengalaman ekstensif di reaktor tekan air.

Indonesia berharap investasi ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan ekosistem nuklir yang aman, transparan, dan berkelanjutan.

Dengan momentum transisi energi global dan kebutuhan listrik domestik yang terus tumbuh, kehadiran PLTN diharapkan mampu menambah diversifikasi bauran energi sekaligus mengurangi emisi karbon. Target 2034 menjadi pendorong percepatan persiapan regulasi, lokasi, hingga kesiapan SDM yang kompeten.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK