Fakta Nasional

IPW Sebut Irjen Pipit Rismanto Diperiksa Propam dalam Kasus Tambang Bauksit Aseng

FAKTANASIONAL.NET - Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santosa membenarkan kabar yang beredar bahwa pihaknya mendapatkan informasi bahwa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kapolda K…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 06 June 2026 📖 3 menit
IPW Sebut Irjen Pipit Rismanto Diperiksa Propam dalam Kasus Tambang Bauksit Aseng
IPW menyebut jenderal bintang dua tersebut tengah menjalani pemeriksaan oleh Divisi Propam Polri terkait pusaran kasus korupsi tata kelola IUP bauksit./Dok. Ist
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santosa membenarkan kabar yang beredar bahwa pihaknya mendapatkan informasi bahwa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Irjen Pipit Rismanto.

Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi redaksi Fakatanasional.net, Sabtu, 6 Juni 2026.

"Betul, kami (IPW) mendapatkan informasi bahwa ada pemeriksaan terhadap mantan Kapolda Kalbar oleh Propam Mabes Polri," kata Sugeng.
Pemeriksaan tersebut, lanjutnya diduga berkaitan dengan perkembangan kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP) PT Quality Success Sejahtera (QSS) di Kalbar yang menjerat pengusaha tambang bauksit Sudianto alias Aseng.

Baca Juga: Imbas Konflik Geopolitik, Kemenhub Beri Sinyal Kenaikan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan informasi tersebut diperoleh dari internal kepolisian.

Menurut Sugeng, informasi itu mengemuka setelah Kejaksaan Agung menetapkan pengusaha tambang bauksit, Sudianto alias Aseng, sebagai tersangka. Aseng ditangkap pada 21 Mei 2026 dalam perkara dugaan korupsi tata kelola IUP PT Quality Success Sejahtera (QSS) periode 2017–2025.

IPW menilai, berkembang pertanyaan publik mengenai aktivitas pertambangan yang berlangsung dalam waktu lama tersebut. Sugeng menyebut, muncul isu di masyarakat terkait penegakan hukum terhadap aktivitas tambang tersebut. Namun, ia menegaskan hal itu masih perlu pembuktian lebih lanjut.

Ia menduga penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tengah mendalami kemungkinan adanya pihak yang memberi perlindungan terhadap aktivitas tambang tersebut.

“Pengakuan saja tidak cukup tanpa alat bukti lain,” ujarnya.
IPW meminta publik menunggu hasil pemeriksaan Propam. Jika ditemukan bukti yang cukup, proses etik maupun disiplin dapat dilanjutkan.

Di sisi lain, pergantian Kapolda Kalimantan Barat dari Pipit Rismanto kepada Inspektur Jenderal Alberd Teddy Benhard Sianipar turut memunculkan spekulasi. Serah terima jabatan dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri pada 1 Juni 2026.

Pergantian tersebut kerap dikaitkan dengan penanganan kasus tambang bauksit yang menjerat Aseng. Bahkan, beredar informasi adanya tim dari Mabes Polri yang turun ke Pontianak untuk melakukan pemeriksaan.

Penahanan Sudianto alias Aseng oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi izin usaha pertambangan (IUP) PT Quality Sukses Sejahtera (QSS) mulai mengarah ke dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Di tengah penyidikan yang terus berkembang, sorotan publik tak lagi hanya pada praktik tambang ilegal, tetapi juga pada ke mana aliran uang hasil kejahatan itu mengalir.

Irjen Pipit Rismanto kepada Media Fakta Group/Fakta Kalbar menyampaikan alasan kedekatannya dengan Aseng alias Sudianto, yang kerap terlihat dalam berbagai foto saat menghadiri kejuaraan Proliga 2024 hingga 2026 serta Piala Asia AVC (Asian Volleyball Confederation).

Pipit mengungkapkan, “Kami bisa dekat dengan siapa saja, dan memang masalahnya di mana?”
Pipit menegaskan bahwa kedekatannya dengan Aseng alias Sudianto, yang merupakan tersangka kasus pertambangan bauksit ilegal yang ditangkap tim Kejaksaan Agung pada 21 Mei 2016, tidak terlepas dari jabatannya sebagai Kapolda Kalbar serta kehadiran Aseng dalam kegiatan kejuaraan voli tingkat nasional dan Asia di Pontianak.
“Wajar saja kalau orang mau mendekat karena jabatan saya sebagai Kapolda. Apalagi banyak penonton voli dari Kalbar, sehingga banyak yang berfoto dengan saya. Ditambah lagi penyelenggaraan voli tersebut di Pontianak, sehingga para voli mania banyak berfoto dengan Kapolda,” tegas Pipit.
Saat ini, serah terima jabatan Irjen Pipit Rismanto sebagai Kapolda Kalbar kepada Irjen Albert Teddy Sianipar belum juga dilaksanakan, meskipun Telegram Rahasia (TR) Kapolri telah terbit pada 7 Mei 2026.
Pipit pun menanggapi hal tersebut kepada Media Fakta Group/Fakta Kalbar dengan mengatakan, “Masalah sertijab kita tunggu saja. Kenapa, ada yang gerah? Ingin saya pergi dari Kalbar?”
Baca Juga: IPW Apresiasi Bareskrim Polri Usai Tangkap 320 WNA Sindikat Judi Online Internasional

(tim)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK