Fakta Nasional

Iran Akui Kerusakan Parah Situs Nuklir Usai Digempur Israel & AS

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi bahwa instalasi nuklir negara itu mengalami kerusakan parah akibat serangan berulang dari Israel dan Amerika Serikat. Pengakuan ini, seperti…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 27 June 2025 📖 1 menit
Iran Akui Kerusakan Parah Situs Nuklir Usai Digempur Israel & AS
Foto/X/@xahidcreator

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi bahwa instalasi nuklir negara itu mengalami kerusakan parah akibat serangan berulang dari Israel dan Amerika Serikat.

Pengakuan ini, seperti dikutip Al Jazeera, menjadi tamparan bagi klaim Pentagon yang sempat diragukan tingkat kerusakannya.

Menurut Baghaei, “Ya, instalasi nuklir kami rusak parah. Itu benar karena situs-situs kami diserang berulang kali.” Pernyataan ini mengejutkan publik, sebab sebelumnya media AS melaporkan dampak terbatas di Natanz, Fordow, dan Isfahan.

Iran menegaskan gempuran tersebut menghambat operasional program nuklir mereka hingga waktu yang belum dapat diprediksi.

Kepala AEOI, Mohammad Eslami, menyatakan pihaknya telah menyiapkan rencana pemulihan. “Iran telah membuat serangkaian pengaturan untuk mengembalikan program nuklir kami,” ujarnya, seperti dilansir Tasnim News.

Meski fasilitas hancur, Eslami menjamin proses pengayaan uranium dan riset ilmiah tetap berjalan di lokasi tersembunyi.

Serangan AS dengan bom GBU-57 dari B-2 pada 22 Juni 2025 memperparah situasi yang sebelumnya memanas oleh Operasi Rising Lion Israel sejak 13 Juni.

Kendati demikian, gencatan senjata yang dimediasi Qatar-AS akhirnya menghentikan 12 hari pertempuran. Pemerintah Iran menyatakan kesediaan untuk berdialog lebih lanjut, namun menegaskan tidak akan mengorbankan kedaulatan nuklirnya.

Pengakuan resmi kerusakan parah ini dapat menjadi dasar tawar-menawar pada perundingan mendatang. Sementara itu, masyarakat internasional mengamati apakah Iran akan menerima inspeksi PBB atau tetap bersikukuh menjaga rahasia lokasi-lokasi strategis.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK