Iran Buka Kembali Ruang Udara untuk Penerbangan Internasional Pasca Gencatan Senjata
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Pasca gencatan senjata dengan Israel yang mengakhiri perang singkat 12 hari pada 24 Juni 2025, Iran mulai melonggarkan penutupan wilayah udaranya. Langkah ini memberikan angin segar bagi sektor penerbangan internas…
Dengarkan Ringkasan
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Pasca gencatan senjata dengan Israel yang mengakhiri perang singkat 12 hari pada 24 Juni 2025, Iran mulai melonggarkan penutupan wilayah udaranya.
Langkah ini memberikan angin segar bagi sektor penerbangan internasional dan konektivitas regional.
Menurut Jubir Kementerian Jalan Raya dan Pembangunan Perkotaan Iran, Majid Akhavan, sejak 28 Juni 2025 wilayah udara bagian tengah dan barat dibuka kembali untuk penerbangan lintas batas internasional.
Bandara Mashhad (timur) dan Chabahar (tenggara) yang sempat dibuka lebih dulu kini sudah beroperasi penuh untuk penerbangan internasional. Sementara itu, penerbangan domestik tetap dapat berjalan normal di wilayah udara timur.
Meski begitu, wilayah udara di utara, selatan, dan barat negara—termasuk bandara Mehrabad dan Imam Khomeini di Teheran—masih ditutup untuk penerbangan apapun.
Akhavan menegaskan agar masyarakat dan maskapai terus memperbarui informasi resmi sebelum merencanakan keberangkatan.
Penangguhan ini dilakukan demi menjaga keamanan pascakonflik dan mengantisipasi potensi gangguan militer.
Penutupan penuh ruang udara Iran dimulai pada 13 Juni 2025, merespons serangan udara Israel ke fasilitas nuklir Iran. Balasan Iran yang melibatkan rudal ke wilayah Israel memicu penutupan total.
Pembukaan bertahap kini merefleksikan langkanya ancaman militer langsung dan keberhasilan diplomasi AS sebagai mediator.
Kebijakan ini diharapkan membantu memulihkan konektivitas internasional dan mendongkrak pemulihan ekonomi di sektor pariwisata. Meski perlahan, langkah pembukaan ruang udara menunjukkan komitmen Iran balik ke normalitas penerbangan global.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.