Iran dan AS Sepakati Empat Kelompok Kerja di Swiss, Ini Hasilnya!
FAKTANASIONAL.NET - Pembicaraan teknis antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Swiss memasuki babak baru setelah kedua pihak menyepakati pembentukan empat kelompok kerja untuk membahas sejumlah isu strategis. Kesepakatan tersebut diumumk…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pembicaraan teknis antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Swiss memasuki babak baru setelah kedua pihak menyepakati pembentukan empat kelompok kerja untuk membahas sejumlah isu strategis.
Kesepakatan tersebut diumumkan usai rangkaian negosiasi yang digelar pada 22–23 Juni 2026.
Media pemerintah Iran, IRNA, mengutip pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi yang menyebut empat kelompok kerja itu akan fokus pada penghentian sanksi, urusan nuklir, rekonstruksi dan pembangunan ekonomi, serta mekanisme pemantauan dan implementasi kesepakatan.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya membangun jalur dialog yang lebih terstruktur di tengah ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Pembentukan kelompok kerja juga menjadi sinyal bahwa kedua negara berupaya mencari titik temu terkait sejumlah isu yang selama ini menjadi sumber perselisihan.
Dalam putaran awal perundingan yang berlangsung di Swiss, Iran dan Amerika Serikat disebut mencapai kesepahaman untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, termasuk dalam pembahasan mengenai keamanan Selat Hormuz dan upaya mengakhiri konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Republik Islam Iran.
Secara terpisah, Ketua Parlemen Iran sekaligus salah satu tokoh negosiasi, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada di bawah pengelolaan Iran sesuai ketentuan hukum internasional.
Dalam pernyataannya setelah kembali dari pertemuan di kawasan Burgenstock, Swiss, Ghalibaf menyebut pembicaraan menghasilkan kemajuan positif, terutama terkait isu Selat Hormuz, Lebanon, pengecualian ekspor minyak, serta pencairan dana Iran yang sebelumnya dibekukan.
Di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan memberikan penangguhan sementara terhadap sejumlah sanksi minyak Iran setelah muncul komitmen terkait kembalinya inspektur nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa ke negara tersebut.
Meski demikian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa Teheran tidak melakukan negosiasi mengenai program nuklirnya dan tidak menerima komitmen baru dalam pertemuan tersebut.
Ia memastikan kerja sama Iran dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku serta keputusan otoritas nasional Iran.
Perkembangan ini menjadi tahap awal dari proses diplomasi yang diperkirakan masih akan berlangsung panjang sebelum menghasilkan kesepakatan yang lebih komprehensif antara kedua negara.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.