Fakta Nasional

Iran Desak India dan Pakistan Tahan Diri Usai Serangan Artileri

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Meningkatnya eskalasi militer antara India dan Pakistan menarik perhatian internasional, termasuk Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyerukan kedua negara untuk menahan diri dan mencegah konflik melu…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 10 May 2025 📖 1 menit
Iran Desak India dan Pakistan Tahan Diri Usai Serangan Artileri
Iran Desak India dan Pakistan Tahan Diri Usai Serangan Artileri/(ilustrasi/@pixabay)

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Meningkatnya eskalasi militer antara India dan Pakistan menarik perhatian internasional, termasuk Iran.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyerukan kedua negara untuk menahan diri dan mencegah konflik meluas.

Pernyataan ini disampaikan Araghchi saat kunjungan ke New Delhi pada Kamis (8/5/2025), sehari setelah bentrokan berdarah di wilayah perbatasan.

Araghchi menegaskan pentingnya perdamaian guna memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara kawasan.

Iran, yang tengah menjajaki proyek infrastruktur dan perdagangan dengan India dan Pakistan, khawatir ketegangan dapat mengganggu stabilitas regional.

Dalam pertemuan dengan Menlu India S. Jaishankar, Araghchi menyampaikan keprihatinan serupa yang juga ia sampaikan saat kunjungan ke Islamabad minggu sebelumnya.

Sebagai negara tetangga dan mitra dagang kedua kekuatan Asia Selatan, Iran memfasilitasi dialog tidak langsung antara Delhi dan Islamabad.

Araghchi menawarkan mediasi teknis untuk isu perbatasan dan keamanan, serta mendorong agar kedua pihak terlibat kembali dalam perjanjian gencatan senjata di Kashmir. Iran juga menekankan peran Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk meredam ketegangan.

Ketegangan India–Pakistan dapat berdampak pada proyek jalur perdagangan lintas perbatasan yang dirintis Iran, termasuk jalur kereta dan pipa energi.

Investor regional kemungkinan menunda komitmen modal jika situasi memburuk. Selain itu, risiko pelanggaran zona de-eskalasi di Kashmir dapat memicu aksi militer yang lebih besar, termasuk penggunaan senjata berat.

Dengan seruan Iran agar kedua negara menahan diri, harapan perdamaian kembali menyala.

Namun, langkah nyata—seperti dialog langsung dan implementasi perjanjian gencatan senjata—menjadi kunci mencegah krisis kemanusiaan dan memastikan kawasan Asia Selatan tetap stabil.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK