Fakta Nasional

Iran Kecam Serangan Gabungan AS-Arab Saudi ke Irak, Sebut Langgar Kedaulatan dan Picu Eskalasi Kawasan

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Iran melontarkan kecaman keras terhadap operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi yang menyasar sejumlah wilayah di Irak. Teheran menilai serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 31 July 2026 📖 1 menit
Iran Kecam Serangan Gabungan AS-Arab Saudi ke Irak, Sebut Langgar Kedaulatan dan Picu Eskalasi Kawasan
Iran Kecam Serangan Gabungan AS-Arab Saudi ke Irak, Sebut Langgar Kedaulatan dan Picu Eskalasi Kawasan/(Foto: AFP)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Iran melontarkan kecaman keras terhadap operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi yang menyasar sejumlah wilayah di Irak.

Teheran menilai serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Irak sekaligus berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.

Mengutip laporan detikcom, Kamis (30/7/2026), Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan resminya yang dirilis Rabu (29/7) waktu setempat menyebut aksi militer itu sebagai bentuk agresi terhadap integritas teritorial Irak.

"Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk keras serangan agresif Amerika Serikat dan Arab Saudi di beberapa wilayah di Irak," demikian pernyataan tersebut, dikutip dari Press TV.

Iran juga menegaskan serangan tersebut merupakan "agresi terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Irak" serta "pelanggaran mencolok terhadap Pasal 2, Ayat 4 Piagam PBB dan aturan dasar hukum internasional".

Teheran turut memperingatkan bahwa tindakan tersebut dinilai "sejalan dengan ambisi Amerika Serikat dan rezim Zionis untuk memperluas cakupan perang dan konflik di kawasan Asia Barat."

Di sisi lain, Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak menyatakan sedikitnya 20 anggotanya tewas dan 32 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan gabungan tersebut.

Menurut PMF, serangan menghantam pangkalan mereka di tujuh provinsi, termasuk Baghdad, Nineveh, dan Basra, serta menyebabkan kerusakan material.

Dalam keterangannya yang dikutip detikcom, PMF mengecam aksi itu sebagai "eskalasi berbahaya" terhadap "lembaga keamanan resmi" Irak.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Arab Saudi menyatakan operasi militer dilakukan sebagai respons atas serangan drone yang diluncurkan dari wilayah Irak ke arah pasukan AS dan fasilitas minyak Arab Saudi.

Otoritas Riyadh menuding kelompok bersenjata pro-Iran berada di balik serangan drone tersebut.

Insiden ini juga terjadi ketika Washington meningkatkan tekanan kepada pemerintah Irak agar melucuti kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK