Fakta Nasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Amazon di Bahrain, IRGC Sebut Serangan Balasan untuk AS

FAKTANASIONAL.NET – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Amazon, yang berada di Bahrain. Menurut pernyataan resmi IRGC, serangan tersebut dilakukan sebaga…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 23 July 2026 📖 1 menit
Iran Klaim Hantam Fasilitas Amazon di Bahrain, IRGC Sebut Serangan Balasan untuk AS
Iran Klaim Hantam Fasilitas Amazon di Bahrain, IRGC Sebut Serangan Balasan untuk AS/(Foto: Instagram)

FAKTANASIONAL.NET – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Amazon, yang berada di Bahrain.

Menurut pernyataan resmi IRGC, serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan Amerika Serikat terhadap infrastruktur sipil di Darkkhovin.

Pada 21 Juli 2026, kantor berita Iran Tasnim melaporkan IRGC menyebut rudal jelajah yang diluncurkan berhasil menghantam infrastruktur pusat data milik Amazon di Bahrain. Klaim tersebut disampaikan sebagai bagian dari operasi militer yang disebut menargetkan kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

IRGC menyatakan serangan itu merupakan bentuk pembalasan atas tindakan militer AS. "Keamanan di kawasan telah terganggu akibat tindakan pasukan teroris Amerika Serikat. Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran berupaya memulihkan keamanan dan stabilitas kawasan melalui operasi melawan AS," demikian pernyataan IRGC, dikutip redaksi dari CNN Indonesia.

Selain fasilitas Amazon di Bahrain, IRGC juga mengklaim berhasil menyerang sejumlah instalasi militer Amerika Serikat di Kuwait.

Target yang disebut meliputi radar peringatan dini, sistem radar pertahanan rudal, radar FPS-117, sistem pertahanan udara Patriot, hingga sistem komunikasi satelit pertahanan udara yang berada di Pangkalan Ahmed Al Jaber.

IRGC juga mengaku menyerang gedung administrasi, antena pencari arah (direction-finding antennas) di Camp Arifjan, area parkir helikopter di Camp Al Adiri, serta fasilitas tempat tinggal personel militer di Pangkalan Ahmed Al Jaber.

IRGC menyebut operasi tersebut bertujuan melumpuhkan cakupan radar di kawasan sebagai persiapan untuk serangan rudal dan drone berikutnya. Kelompok itu juga mengklaim menggunakan drone bunuh diri (kamikaze) dalam rangkaian operasi tersebut.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK