Fakta Nasional

Iran Klaim Tutup Selat Hormuz, AS Langsung Membantah: Ketegangan Baru Jelang Negosiasi Swiss

FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat menjelang dimulainya perundingan baru kedua negara di Swiss. Pemerintah Iran pada Sabtu (20/6/2026) menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup dan meminta kapal-kapal menj…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 21 June 2026 📖 1 menit
Iran Klaim Tutup Selat Hormuz, AS Langsung Membantah: Ketegangan Baru Jelang Negosiasi Swiss
Iran Klaim Tutup Selat Hormuz, AS Langsung Membantah: Ketegangan Baru Jelang Negosiasi Swiss/(Foto: REUTERS)

FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat menjelang dimulainya perundingan baru kedua negara di Swiss.

Pemerintah Iran pada Sabtu (20/6/2026) menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup dan meminta kapal-kapal menjauhi jalur pelayaran tersebut, dilansir dari CNBC

Pengumuman disampaikan militer Iran bersama Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) saat delegasi negara itu bersiap mengikuti pembicaraan teknis dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu.

Pihak Iran menyebut langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon serta dugaan kegagalan Washington menjalankan komitmen dalam kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.

Media pemerintah Iran juga melaporkan kemungkinan adanya tindakan lanjutan apabila situasi di kawasan terus memburuk.

Pernyataan Iran muncul setelah serangan Israel di Lebanon selatan dilaporkan menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk dua anak-anak.

Otoritas Lebanon menyebut jumlah korban jiwa telah mencapai sedikitnya 20 orang, sementara sejumlah warga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Meski demikian, Amerika Serikat membantah adanya penutupan Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan jalur pelayaran internasional tersebut masih beroperasi normal.

Juru bicara CENTCOM, Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, menyatakan Iran tidak memiliki kendali atas Selat Hormuz dan lalu lintas maritim tetap berlangsung tanpa gangguan.

Presiden Donald Trump turut memberikan tanggapan melalui platform Truth Social.

Ia mengisyaratkan kemungkinan penerapan biaya bagi kapal yang melintas apabila kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran gagal berkembang menjadi perjanjian permanen dalam 60 hari.

Perbedaan pernyataan kedua negara tersebut menambah ketidakpastian menjelang putaran baru negosiasi yang diharapkan mampu meredakan ketegangan di Timur Tengah.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK