Iran Temukan Ladang Gas 7,5 Triliun Kaki Kubik, Bisa Pasok South Pars 15 Tahun
FAKTANASIONAL.NET - Iran mengumumkan penemuan cadangan gas baru di Provinsi Fars, wilayah selatan negara tersebut. Temuan itu disebut memiliki potensi besar untuk memperkuat sumber daya energi Iran, dengan cadangan yang diperkirakan mampu memasok sa…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Iran mengumumkan penemuan cadangan gas baru di Provinsi Fars, wilayah selatan negara tersebut.
Temuan itu disebut memiliki potensi besar untuk memperkuat sumber daya energi Iran, dengan cadangan yang diperkirakan mampu memasok satu fase ladang gas South Pars selama sekitar 15 tahun.
Dikutip dari CNN Indonesia (24/8/2026), Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan ladang gas baru tersebut memiliki kandungan lebih dari 7,5 triliun kaki kubik atau trillion cubic feet (Tcf). Dari jumlah tersebut, sekitar 5,7 Tcf diperkirakan dapat dieksploitasi.
Paknejad mengatakan penemuan tersebut menambah sumber daya baru bagi cadangan hidrokarbon Iran. Pemerintah Teheran kini terus berupaya menemukan sekaligus mengembangkan deposit energi baru untuk memperkuat sektor migas nasional.
Menurut Paknejad, volume gas yang ditemukan memiliki kapasitas setara dengan kebutuhan satu fase ladang gas South Pars selama kurang lebih 15 tahun.
Ia juga menyebut gas tersebut sebagai "gas manis". Karakteristik itu dinilai dapat memberikan keuntungan karena berpotensi menekan biaya pengembangan maupun pengoperasian ladang.
Selain gas, lokasi tersebut disebut memiliki kandungan kondensat gas dalam jumlah signifikan. Potensi tersebut diperkirakan dapat menciptakan kekayaan baru bagi Iran hingga puluhan miliar dolar.
Penemuan ladang gas tersebut berlangsung ketika hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS) masih berada dalam situasi penuh ketegangan setelah konflik militer kedua negara.
Pada Juni, Iran dan AS meneken nota kesepahaman atau MoU yang menjadi kerangka menuju penghentian perang secara menyeluruh.
Namun, proses perundingan damai kemudian terhenti karena perbedaan pandangan mengenai implementasi MoU serta aturan navigasi di Selat Hormuz.
Selat Hormuz menjadi salah satu jalur strategis dunia karena berperan penting dalam lalu lintas ekspor minyak dan gas internasional.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.