Iran Tolak Campur Tangan Asing di Selat Hormuz, Tegaskan Pembersihan Ranjau Jadi Tanggung Jawab Teheran
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Iran menegaskan tidak memerlukan keterlibatan negara lain dalam proses pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Sikap tersebut disampaikan di tengah munculnya usulan sejumlah negara Barat untuk ikut mengamankan jalur pelaya…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Iran menegaskan tidak memerlukan keterlibatan negara lain dalam proses pembersihan ranjau di Selat Hormuz.
Sikap tersebut disampaikan di tengah munculnya usulan sejumlah negara Barat untuk ikut mengamankan jalur pelayaran internasional yang sebelumnya terdampak konflik di kawasan.
Dilansir dari CNBC, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa mekanisme pembersihan ranjau telah diatur secara jelas dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) yang telah disepakati.
Karena itu, Teheran menilai tidak ada alasan bagi pihak ketiga untuk ikut campur dalam pelaksanaan kesepakatan tersebut.
Baghaei menjelaskan bahwa poin kelima dalam MoU antara Iran dan Amerika Serikat mengatur secara rinci mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
"Pembersihan ranjau di Selat Hormuz diatur oleh nota kesepahaman terkait, dan Teheran tidak melihat perlunya intervensi pihak ketiga," kata Baghaei pada Senin (30/6), dikutip Al Jazeera.
Dalam kesepakatan tersebut, Iran diberikan hak sekaligus tanggung jawab untuk menyelesaikan pembersihan ranjau dalam waktu 30 hari.
Dengan ketentuan itu, Teheran menilai proses pengamanan jalur pelayaran tetap berada di bawah kewenangan Iran sesuai isi perjanjian yang telah ditandatangani kedua negara.
MoU tersebut disahkan secara elektronik oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dari lokasi masing-masing tanpa pertemuan langsung.
Kesepakatan itu menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan yang sempat mengganggu lalu lintas pelayaran di salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.
Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa kesepakatan tersebut memberikan dasar hukum bagi negaranya untuk menolak keterlibatan militer asing dalam proses pembersihan ranjau di kawasan tersebut.
Pernyataan Baghaei disampaikan tidak lama setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut negaranya siap bekerja sama dengan para mitra internasional dalam upaya membersihkan ranjau di Selat Hormuz.
Langkah itu, menurut Macron, bertujuan menjamin keamanan jalur maritim dan memastikan kebebasan pelayaran tanpa hambatan.
Sebelum MoU ditandatangani, Amerika Serikat bersama sejumlah negara Barat memang telah menyuarakan kekhawatiran mengenai keamanan Selat Hormuz.
Bahkan, beberapa negara sempat menggelar pertemuan militer di Inggris untuk membahas perlindungan jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut.
Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia setelah meningkatnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pada akhir Februari.
Ketika itu, serangan militer terhadap Iran memicu respons Teheran dengan menutup Selat Hormuz, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global dan kelancaran perdagangan internasional.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.