Fakta Nasional

Jaga Stabilitas Energi Dunia, AS Resmi Luncurkan Operasi "Project Freedom" di Selat Hormuz

FAKTANASIONAL.NET – Departemen Pertahanan Amerika Serikat mulai mengungkap detail teknis dari operasi militer skala besar bertajuk “Project Freedom”. Operasi strategis ini resmi dijadwalkan mulai beroperasi pada hari ini, Senin (4/5/2026), dengan fo…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 04 May 2026 📖 1 menit
Jaga Stabilitas Energi Dunia, AS Resmi Luncurkan Operasi "Project Freedom" di Selat Hormuz
/Dok. AFP

FAKTANASIONAL.NET – Departemen Pertahanan Amerika Serikat mulai mengungkap detail teknis dari operasi militer skala besar bertajuk “Project Freedom”.

Operasi strategis ini resmi dijadwalkan mulai beroperasi pada hari ini, Senin (4/5/2026), dengan fokus utama menjamin keamanan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ancaman terhadap kebebasan navigasi di salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia tersebut.

Kekuatan Militer Lintas Domain

Berdasarkan data yang dihimpun dari 9News, Project Freedom bukan sekadar patroli rutin, melainkan pengerahan kekuatan tempur yang signifikan.

Operasi ini melibatkan:

  • Personel: Sekitar 15.000 prajurit militer dari berbagai matra.

  • Armada Laut: Kapal perang jenis destroyer (perusak) berpeluru kendali.

  • Kekuatan Udara: Lebih dari 100 pesawat tempur yang berbasis di pangkalan darat maupun kapal induk.

  • Teknologi: Penggunaan sistem tanpa awak (drone) secara masif untuk pengawasan lintas domain.

Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menekankan pentingnya kehadiran militer AS dalam menjaga keseimbangan kawasan.

“Dukungan kami untuk misi defensif ini sangat penting bagi keamanan regional dan ekonomi global," tegas Laksamana Brad Cooper dalam pernyataannya.

Diplomasi "Maritime Freedom Construct"

Selain mengandalkan kekuatan senjata, Washington juga meluncurkan inisiatif diplomatik bertajuk “Maritime Freedom Construct”.

Melalui kolaborasi antara Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan, AS mengajak negara-negara mitra untuk meningkatkan koordinasi dan pertukaran informasi intelijen maritim.

Strategi ganda ini—menggabungkan kekuatan militer ( hard power ) dan aliansi diplomatik ( soft power )—diyakini menjadi kunci untuk meredam ketegangan sekaligus memastikan arus perdagangan global tidak terhambat oleh gangguan keamanan di Selat Hormuz.

Langkah tegas ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pasar energi dunia, mengingat gangguan sekecil apa pun di selat tersebut diprediksi dapat memicu fluktuasi harga minyak yang berdampak luas pada ekonomi global.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK