Fakta Nasional

Kabut Vulkanik Di Islandia: Letusan Reykjanes Memicu Waspada Polusi Tinggi

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Sejak Letusan ganda di Semenanjung Reykjanes pada Kamis (17/7/2025), awan vulkanik tebal menyelimuti Reykjavik dan kawasan barat daya Islandia. Kondisi ini diperparah oleh angin lemah yang tak biasa, sehingga kabut…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 23 July 2025 📖 1 menit
Kabut Vulkanik Di Islandia: Letusan Reykjanes Memicu Waspada Polusi Tinggi
) -->

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Sejak Letusan ganda di Semenanjung Reykjanes pada Kamis (17/7/2025), awan vulkanik tebal menyelimuti Reykjavik dan kawasan barat daya Islandia.

Kondisi ini diperparah oleh angin lemah yang tak biasa, sehingga kabut sarat sulfur tak dapat segera tersebar.

Gas sulfur dioksida yang keluar dari kawah bertransformasi menjadi sulfat di atmosfer, membentuk kabut berbahaya.

Paparan tinggi dapat memicu iritasi saluran napas, mata, dan kulit, terutama bagi anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan kronis. Pemerintah menetapkan status siaga merah polusi udara—peringatan tertinggi dalam sistem nasional.

Badan Lingkungan Hidup Islandia menyarankan warga untuk menutup ventilasi rumah, membatasi aktivitas luar ruangan, dan menggunakan masker bila terpaksa keluar.

Tim mitigasi bencana terus memantau kadar sulfur serta kekuatan angin. Berdasarkan ramalan cuaca, angin diperkirakan mulai menguat pada Senin malam (21/7/2025), yang diharapkan membantu membubarkan kabut vulkanik dan menurunkan tingkat polusi.

Letusan vulkanik di Reykjanes mengingatkan publik akan dinamika alam Islandia yang rentan. Meski tidak mematikan, polusi udara akibat vulkanisme bisa mengganggu kesehatan dan aktivitas ekonomi.

Warga diimbau selalu memantau update resmi dari otoritas setempat demi keselamatan bersama.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK