Kapal Dagang Diserang di Selat Hormuz
FAKTANASIONAL.NET – Sebuah kapal dagang dilaporkan mengalami serangan di kawasan Selat Hormuz pada Minggu dini hari, 13 September 2026. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan tiga lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, otoritas Ir…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Sebuah kapal dagang dilaporkan mengalami serangan di kawasan Selat Hormuz pada Minggu dini hari, 13 September 2026. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan tiga lainnya mengalami luka-luka.
Hingga kini, otoritas Iran belum memastikan siapa pihak yang berada di balik serangan terhadap kapal komersial tersebut.
Peristiwa terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu akses utama perdagangan energi dunia.
Gubernur Kota Qeshm, Amir Teymouri, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut serangan berlangsung sekitar pukul 05.00 waktu setempat di perairan lepas pantai Pulau Hengam dan Qeshm.
“Sebuah kapal komersial dihantam sekitar pukul 05.00 pagi ini di lepas pantai Pulau Hengam dan Qeshm. Satu orang tewas dan tiga orang lainnya luka-luka,” kata Amir, dikutip dari AFP.
Selain serangan terhadap kapal, sejumlah ledakan dilaporkan terdengar sepanjang malam di kawasan Qeshm. Pulau tersebut merupakan wilayah penting karena berada di sekitar jalur Selat Hormuz.
Insiden ini terjadi hanya sehari sebelum Iran dijadwalkan bertemu dengan sejumlah negara Teluk di Oman.
Pertemuan tersebut diperkirakan menjadi perhatian karena salah satu pembahasannya berkaitan dengan keamanan jalur perairan yang sangat vital bagi distribusi minyak dan gas global.
Selat Hormuz sendiri telah menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat. Ketegangan tersebut berlangsung selama enam bulan dan turut melibatkan Israel.
Iran sebelumnya membatasi akses kapal melalui Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel yang disebut memulai perang pada 28 Februari. Sebelum konflik berlangsung, jalur tersebut dikenal sebagai perairan yang relatif bebas dilalui kapal internasional.
Kini, kapal yang hendak melintas diwajibkan memperoleh izin dari Iran dengan alasan keamanan dan kedaulatan. Tehran juga tengah mempertimbangkan penerapan mekanisme biaya layanan bagi kapal yang menggunakan jalur tersebut.
Dalam situasi tersebut, kapal yang dianggap tidak memenuhi ketentuan Iran dilaporkan berulang kali menjadi sasaran serangan.
Di sisi lain, Amerika Serikat disebut sesekali melancarkan serangan terhadap kawasan pesisir Iran sebagai bagian dari upaya mengurangi kendali Tehran atas Selat Hormuz.
Kondisi ini membuat setiap insiden di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan sekaligus mengancam kelancaran jalur perdagangan energi internasional.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.