Fakta Nasional

Kapal Induk AS Pulang ke Pelabuhan Thailand dengan Kondisi Mengenaskan

FAKTANASIONAL.NET - Kondisi kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, menjadi perhatian setelah kapal perang tersebut akhirnya bersandar di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada Rabu (2/9). Kapal sepanjang 1.100 kaki itu tiba setelah lebih…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 04 September 2026 📖 2 menit
Kapal Induk AS Pulang ke Pelabuhan Thailand dengan Kondisi Mengenaskan
Kapal Induk AS Pulang ke Pelabuhan Thailand dengan Kondisi Mengenaskan/(Foto: RUERETES)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kondisi kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, menjadi perhatian setelah kapal perang tersebut akhirnya bersandar di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada Rabu (2/9).

Kapal sepanjang 1.100 kaki itu tiba setelah lebih dari 280 hari berada di laut untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Dikutip dari CNN Indonesia, kondisi fisik USS Abraham Lincoln tampak dipenuhi karat, terutama di sepanjang bagian lambung kapal.

Kapal kelas Nimitz tersebut diketahui meninggalkan pangkalan utamanya di San Diego pada November lalu untuk menjalankan misi di kawasan Timur Tengah dalam konflik AS-Iran.

Lamanya masa penugasan juga memunculkan keluhan dari sejumlah keluarga marinir dan awak USS Abraham Lincoln.

Mereka menyebut anggota keluarga yang berada di kapal mengalami kelelahan berat selama berbulan-bulan di laut.

Kondisi tersebut bahkan disebut berdampak terhadap moral para awak. Dalam sejumlah laporan, terdapat awak yang sampai terjun ke laut.

Mantan kapten Angkatan Laut AS, Carl Schuster, yang pernah tiga kali bertugas di kapal induk kelas Nimitz seperti USS Abraham Lincoln, menilai karat pada kapal yang terlalu lama berada di laut bukan sesuatu yang mengejutkan.

"Karat di sepanjang garis air bukanlah hal aneh pada kapal yang telah menghabiskan 60 hari atau lebih di laut," ucap Schuster, seperti dikutip CNN.

Menurutnya, penanganan karat tidak dapat dilakukan secara maksimal ketika kapal masih beroperasi di tengah laut, terlebih dalam situasi perang.

USS Abraham Lincoln berada di Thailand selama beberapa hari untuk memberikan kesempatan kepada para pelaut dan marinir beristirahat. Schuster memperkirakan kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk melakukan perawatan ringan.

"Mereka hanya akan melakukan pekerjaan prioritas tinggi selama kunjungan pelabuhan tujuh hari. Karat di haluan dan bagian lambung depan akan dikerjakan lebih dulu karena bagian-bagian tersebut paling banyak mengalami kerusakan saat kapal bergerak, dan menyerap korosi saat kapal bergerak di perairan asin, terutama di laut yang bergelombang," tuturnya.

Schuster memperkirakan diperlukan sekitar 30 hari untuk membersihkan seluruh karat secara menyeluruh. Ia juga mengingatkan bahwa korosi dapat semakin meluas apabila tidak segera ditangani.

"Karat itu seperti penyakit menular. Ia menyebar. Jadi, lebih baik menanganinya sejak dini agar bisa dikendalikan atau masalah yang jauh lebih besar menanti di kemudian hari," tuturnya.

Presiden AS Donald Trump hingga kini belum memberikan komentar mengenai kondisi USS Abraham Lincoln setelah kapal tersebut tiba di Thailand.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK