Fakta Nasional

Kemnaker Tranformasi Balai K3 guna Perkuat Ekosistem Keselamatan Kerja Nasional

FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional sebagai upaya meningkatkan pelindungan bagi para pekerja. Langkah konkret yang ditempuh salah satunya dengan mentrans…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 06 August 2026 📖 2 menit
Kemnaker Tranformasi Balai K3 guna Perkuat Ekosistem Keselamatan Kerja Nasional
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan arahan terkait transformasi Balai K3 dan penguatan ekosistem K3 nasional saat berkunjung ke Balai K3 Makassar./Dok. Humas Kemnaker
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional sebagai upaya meningkatkan pelindungan bagi para pekerja.

Langkah konkret yang ditempuh salah satunya dengan mentransformasi peran Balai K3 di seluruh daerah.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa penanganan K3 saat ini harus berdampak langsung pada keselamatan tenaga kerja di lapangan.

"Tantangan industri modern menuntut transformasi pengelolaan K3 yang tidak lagi sekadar administratif, melainkan menyentuh esensi pelindungan nyawa pekerja," tegas Yassierli saat memberikan arahan kepada pegawai Balai K3 Makassar, dikutip Rabu (5/8/2026).

Tantangan Tingginya Angka Kecelakaan Kerja dan Keterbatasan Pengawas

Baca Juga: Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker Terungkap, Biaya Bengkak Jadi Rp 6 Juta!

Penguatan ekosistem K3 mendesak dilakukan mengingat tingginya angka kecelakaan kerja.

Data BPJS Ketenagakerjaan sepanjang 2025 mencatat 319.224 klaim kecelakaan kerja, 158 klaim penyakit akibat kerja (PAK), 9.834 kasus meninggal dunia, serta 4.133 kasus cacat fungsi maupun cacat total.

Kondisi tersebut diperberat oleh keterbatasan rasio pengawas ketenagakerjaan yang mencapai 1 banding 3.800 perusahaan. Dari total 1.366 pengawas aktif, hanya 268 orang yang berspesialisasi di bidang K3.

Selain itu, metode pengawasan dilaporkan masih konvensional dan belum sepenuhnya berbasis risiko maupun teknologi digital.

Masalah lain yang disoroti Menaker adalah belum terintegrasikannya data K3 nasional serta rendahnya pencatatan Penyakit Akibat Kerja (PAK).

"Rendahnya angka penyakit akibat kerja di Indonesia bukan karena kasusnya sedikit, melainkan karena sistem pencatatan yang belum optimal mendeteksinya," tutur Yassierli.

4 Langkah Utama Transformasi Balai K3 Kemnaker:

  • Pemetaan Risiko Berbasis Data: Memperkuat pemetaan risiko industri dengan basis data yang lebih akurat dan terintegrasi.

  • Edukasi SMK3: Memperluas edukasi penerapan Sistem Manajemen K3 kepada pekerja maupun manajemen perusahaan.

  • Pengawasan dan Standar Teknis: Meningkatkan kualitas pengawasan serta standar teknis pengujian K3 di lapangan.

  • Kolaborasi Multisektor: Memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, perusahaan jasa K3, kawasan industri, hingga perguruan tinggi.

Melalui empat langkah strategis tersebut, Balai K3 ditargetkan berkembang dari sekadar lembaga pengujian teknis menjadi pusat pengelolaan K3 yang mampu membangun budaya kerja aman, sehat, dan produktif secara nasional.

Baca Juga: Skandal Suap Sertifikasi K3 Kemnaker: KPK Bongkar Aliran Dana Miliaran dari Tiga Perusahaan


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK