Fakta Nasional

Ketegangan AS-Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak 3,5 Persen

FAKTANASIONAL.NET – Harga minyak mentah dunia kembali bergerak fluktuatif dan melonjak tajam. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan militer yang kembali memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan strategis Selat Hormuz…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 13 July 2026 📖 2 menit
Ketegangan AS-Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak 3,5 Persen
Aktivitas pengangkutan minyak mentah dunia yang dipengaruhi dinamika geopolitik Timur Tengah dan stok persediaan AS./(Pixabay)

FAKTANASIONAL.NET  – Harga minyak mentah dunia kembali bergerak fluktuatif dan melonjak tajam. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan militer yang kembali memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan strategis Selat Hormuz.

Pada perdagangan Minggu (12/7/2026) malam waktu AS, pergerakan harga minyak mencatatkan kenaikan berkisar lebih dari 3 persen:

  • Minyak Mentah West Texas Intermediate (WTI): Menguat sekitar 3,4 persen ke level 73,87 Dolar AS per barel.

  • Minyak Mentah Brent (Acuan Internasional): Melonjak sekitar 3,5 persen hingga menyentuh 78,67 Dolar AS per barel.

Saling Balas Serangan Militer

Lonjakan harga ini terjadi tak lama setelah militer AS kembali melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di dalam wilayah Iran.

Washington menyatakan bahwa operasi militer tersebut merupakan respons langsung atas serangan yang dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap kapal kontainer komersial yang tengah melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga: Hapus Ironi Kelangkaan, Presiden Prabowo Perintahkan Koperasi Garap Industri Sawit hingga Jadi Minyak Goreng

Situasi kian memburuk setelah Iran melakukan aksi balasan. Teheran dilaporkan membidik dan menyerang sejumlah fasilitas militer milik AS yang tersebar di beberapa negara Timur Tengah, termasuk di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Simpang Siur Status Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Konflik terbuka ini langsung memicu kekhawatiran akut di pasar global terkait potensi terganggunya rantai pasok dan distribusi minyak dunia.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur krusial yang mengalirkan sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia setiap harinya.

  • Klaim Iran: Media pemerintah Iran sempat mengklaim bahwa Selat Hormuz telah resmi ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan.

  • Bantahan AS: Komando Pusat AS (CENTCOM) dan Presiden AS Donald Trump segera membantah klaim sepihak tersebut. Mereka menegaskan jalur pelayaran internasional itu tetap terbuka bagi kapal-kapal yang melintas secara sah.

Data dari perusahaan intelijen maritim Windward memperkuat bantahan tersebut dengan menunjukkan sedikitnya sembilan kapal tanker masih terlihat melintasi selat pada hari Sabtu.

Meski Pusat Informasi Maritim Gabungan menyatakan jalur laut melalui perairan Oman masih dapat digunakan, pihak otoritas tetap meminta seluruh kapal komersial untuk meningkatkan kewaspadaan penuh mengingat situasi keamanan di kawasan tersebut masih sangat rawan dan tidak dapat diprediksi.

Baca Juga: Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran, Dunia Waspadai Gangguan Pasokan Minyak


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK