Fakta Nasional

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Kemlu Pastikan WNI di Iran Masih Aman

FAKTANASIONAL.NET – Di tengah meningkatnya tekanan militer Amerika Serikat terhadap Iran, Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) memastikan bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran saat ini masih dalam kondisi aman. Meski situasi regional…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 24 February 2026 📖 2 menit
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Kemlu Pastikan WNI di Iran Masih Aman
KBRI memastikan sembilan relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menjalani pemeriksaan kesehatan, visum, dan testimoni hukum di Istanbul pasca-dibebaskan dari otoritas militer Israel. (Dok. Kemenlu)
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Di tengah meningkatnya tekanan militer Amerika Serikat terhadap Iran, Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) memastikan bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran saat ini masih dalam kondisi aman.

Meski situasi regional memanas, aktivitas di Teheran dan kota-kota besar lainnya terpantau masih berjalan normal.

​Plt Dirjen Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan keamanan secara ketat. Hingga kini, komunikasi aktif terus dijalin dengan para WNI untuk memastikan keselamatan mereka.

​“Terkait keberadaan WNI di Iran, KBRI Tehran senantiasa memantau dan menjalin komunikasi aktif dengan para WNI, dan hingga saat ini, tidak terdapat laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan,” ungkap Heni dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: Mengapa Iran Menjadi Negara Syiah?

​Status Siaga 1 Sejak Juni 2025, ​Kemlu menegaskan bahwa Status Siaga 1 yang telah ditetapkan sejak pertengahan tahun lalu masih belum dicabut. WNI diminta untuk tetap waspada dan mulai mempertimbangkan langkah preventif secara mandiri.

​“Status Siaga 1 untuk Iran yg ditetapkan sejak Juni 2025 lalu masih berlaku. KBRI Tehran juga telah beberapa kali sampaikan himbauan pada WNI di Iran untuk mempertimbangkan meninggalkan wilayah Iran secara mandiri sekiranya kondisi keamanan di wilayah mereka tidak kondusif,” jelas Heni lebih lanjut.
​Pemerintah juga telah menyiapkan rencana darurat (contingency plan), termasuk berbagai opsi jalur evakuasi jika situasi memburuk sewaktu-waktu.\

​Situasi di kawasan Timur Tengah saat ini berada di titik nadir menyusul pengerahan kekuatan besar-besaran oleh Washington. Dilaporkan sebanyak 16 kapal perang, 40.000 personel militer, serta tujuh sayap udara tempur telah disiagakan.

Kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford juga telah memperluas jangkauan tempur mereka di sekitar wilayah Iran.
​Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa keputusan besar akan diambil dalam waktu dekat, meskipun ia masih membuka kemungkinan adanya kesepakatan diplomatik.

​“Sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin kita akan membuat kesepakatan (dengan Iran),” ujar Trump sebagaimana dikutip dari Axios.
​Namun, nada berbeda datang dari jurnalis whistleblower John Kiriakou. Mengutip sumber mantan perwira CIA di Gedung Putih, ia mengungkapkan bahwa perintah untuk melakukan serangan terhadap Iran kabarnya telah diputuskan dan berpotensi dieksekusi pada awal pekan ini.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK