Ketegangan Berlanjut, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik Dekati Level Kritis
FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan tipis usai munculnya kabar bahwa Israel berniat membuka jalur pembicaraan damai dengan Lebanon. Dinamika ini terjadi tepat di tengah keraguan para pelaku pasar terkait seberapa…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan tipis usai munculnya kabar bahwa Israel berniat membuka jalur pembicaraan damai dengan Lebanon.
Dinamika ini terjadi tepat di tengah keraguan para pelaku pasar terkait seberapa kuat keberlanjutan masa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Israel.
Melansir laporan yang dirilis Reuters pada Jumat 10 April 2026, harga minyak mentah Brent pada penutupan hari Kamis tercatat naik 1,2 persen menuju angka 95,92 Dolar AS per barel.
Sementara itu, patokan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak 3,7 persen menjadi 97,87 Dolar AS per barel. Meski merangkak naik, angka tersebut nyatanya masih bertahan di bawah level psikologis 100 Dolar AS per barel.
Kondisi pengiriman yang lumpuh di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang membatasi pergerakan pasokan energi global. Lalu lintas kapal di jalur vital tersebut dilaporkan anjlok drastis dan kini berada di bawah 10 persen dari kapasitas normal operasionalnya.
Ditambah lagi, Iran masih secara ketat mengawasi wilayah perairannya. Hal ini otomatis membuat pasar kebingungan memprediksi kapan distribusi minyak dari negara Teluk seperti Arab Saudi dan Irak bisa pulih.
Situasi keamanan yang fluktuatif kian membebani industri. Serangan di Arab Saudi bahkan telah sukses memangkas kapasitas produksi minyak mentah hingga mencapai 600.000 barel per hari.
Para analis energi meyakini bahwa risiko di pasar belum akan mereda dalam waktu dekat ini. Kapal tanker masih terus dihantui oleh bayang-bayang ancaman ranjau laut dan aktivitas militer, yang sangat berpotensi melambungkan ongkos asuransi dan logistik pengiriman internasional.
Merespons tingkat ketidakpastian tinggi ini, lembaga keuangan Goldman Sachs justru memutuskan untuk menurunkan proyeksi harga minyak dunia untuk kuartal kedua 2026.
Harga Brent ke depannya diperkirakan hanya akan berada di rata-rata 90 Dolar AS per barel, dan WTI di angka 87 Dolar AS per barel, angka yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.