Fakta Nasional

Ketegangan Mereda, Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz

FAKTANASIONAL.NET - Kawasan Selat Hormuz kini sedikit bernapas lega setelah Iran memutuskan mencabut blokade jalur vital tersebut. Langkah ini merupakan hasil dari kesepakatan awal antara Iran dan Amerika Serikat dalam upaya mengakhiri konflik di Ti…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 07 July 2026 📖 1 menit
Ketegangan Mereda, Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz
Iran Klaim Tutup Selat Hormuz, AS Langsung Membantah: Ketegangan Baru Jelang Negosiasi Swiss/(Foto: REUTERS)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kawasan Selat Hormuz kini sedikit bernapas lega setelah Iran memutuskan mencabut blokade jalur vital tersebut.

Langkah ini merupakan hasil dari kesepakatan awal antara Iran dan Amerika Serikat dalam upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Namun, Iran memberikan tenggat waktu tegas selama 30 hari kepada AS untuk menyetujui paket negosiasi damai yang komprehensif, mencakup penghentian perang di Iran dan Lebanon serta pencabutan blokade pelabuhan.

Mengutip laporan AFP (5/7/2026), Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli, menyatakan bahwa saat ini kapal komersial diperbolehkan melintasi Selat Hormuz secara gratis selama masa transisi 60 hari. Setelah periode itu berakhir, pengaturan baru akan mulai diberlakukan.

Dalam Forum Perdamaian Dunia di Beijing, Azli menjelaskan bahwa pihaknya sedang bekerja sama dengan Oman untuk merumuskan kebijakan baru terkait jalur air tersebut.

Iran berencana menarik biaya layanan kepada setiap kapal yang melintas. "Sebagai negara dengan perairan teritorial di Hormuz, kami pasti akan mengenakan biaya layanan," tegas Azli.

Biaya tersebut nantinya akan dialokasikan untuk jaminan keamanan jalur pelayaran, pengawasan lalu lintas kapal, serta pengelolaan dampak lingkungan dari kepadatan kapal.

Meski begitu, Iran menjanjikan perlakuan khusus bagi negara-negara sahabat yang mendukung mereka selama masa sulit.

Proposal damai 14 poin yang diajukan Iran sendiri masih menyisakan hambatan besar, terutama terkait program nuklir Iran yang dianggap AS sebagai "garis merah" yang harus dinegosiasikan lebih lanjut.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK